Direktur PDAM Kendari, Damin (kedua dari kanan) memaparkan terkait operasional perusahaan kepada Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu (kedua dari kiri) dan Sekitarnya Kendari, Ridwan syah Taridala (paling kiri) beberapa waktu lalu. Kendari – Air bersih menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Di Kendari, layanan air bersih disiapkan Pemkot melalui PDAM Tirta Anoa. Sayangnya, pemenuhan air warga kerap mengalami kendala. Mulai dari air tak lancar hingga kualitas air yang kurang baik. Atas dasar itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu berniat membangun kerjasama dengan Kementerian PUPR untuk menghadirkan intake baru di Kawasan Tabanggele.
Asmawa mengatakan, pihaknya bakal berkordinasi dengan Kementerian PUPR. Nantinya skema kerja sama yang dibangun sifatnya KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). “Saat ini sedang kami komunikasikan (dengan Kementerian PUPR). Mudah-mudahan ada respon positif,” ungkap Asmawa Tosepu kepada Kendari Pos, Kamis (27/07/2023).
Asmawa yakin, kerjasama yang terjalin dengan Kementerian PUPR bakal membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kendari yang mana pelanggan PDAM saat ini tercatat sekira 14 ribu.
Kendati demikian, dukungan seluruh pihak terutama dari Pemerintah Kabupaten Konawe juga menjadi penentu pelaksanaan pembangunan intake ini. Pasalnya, Intake yang bakal dibangun berada di Desa Tabanggele (luar Kota Kendari).
“Mudah mudahan Pemerintah Kabupaten Konawe bersedia memberikan akses ke Pemkot untuk memanfaatkan sumber air yang ada di Tabanggele. Dengan begitu kami yakin pengelolaan air bersih di Kota Kendari ini bisa dipenuhi dengan skema KPBU,” kata Asmawa Tosepu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kendari Pos, pembangunan Intake di Desa Tabanggele Konawe akan dikerjakan dengan skema KPBU oleh Kementerian PUPR melalui PT Adhy Karya. Proyek (Intake Tabanggele) ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 380 miliar dengan masa kerja (pembangunan) selama 1,5 tahun.
Pemkot tak menampik pelayanan PDAM saat ini sangat buruk karena faktor pendukung usaha (mesin dan pipa) yang sudah Expired. Umur pipa PDAM berkisar 40 tahun, sudah lama dan cepat patah.
Jika sudah terbangun (Intake Tabanggele) , pemkot memastikan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada sekira 14 ribu pelanggan PDAM serta masyarakat Konawe yang ada disekitar intake. (Rk)
Tidak ada komentar