Mentan Amran Sulaiman Dorong Kampus Ciptakan Inovasi Swasembada Pangan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 16:19 43 radarkendari.id

KENDARI – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, menantang perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Kampus dinilai memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak lahirnya inovasi pertanian modern.

Pesan kuat tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan kuliah umum di Auditorium Mokodompit, Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, pada Sabtu (6/6/2026).

Kuliah umum kali ini mengusung tema “Dari Kampus untuk Negeri: Penguatan Nilai Kebangsaan, Inovasi Pertanian, dan Kemandirian Pangan Nasional”.

Dalam pemaparannya, Amran menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kekuatan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kampus adalah sumber inspirasi terbaik. Ide-ide terbaik ada di kampus,” ujar Amran di hadapan sivitas akademika UHO.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi erat antara kampus, pemerintah, serta dunia industri.

Menurutnya, riset-riset akademis tidak boleh hanya berakhir di perpustakaan, melainkan harus dihilirisasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Di sisi lain, Kementan saat ini tengah fokus menggenjot perluasan lahan pertanian di luar Pulau Jawa melalui program mekanisasi modern.

Wilayah-wilayah seperti Papua, Kalimantan, dan Sumatra diproyeksikan akan menjadi lumbung dan pusat pertumbuhan produksi pangan nasional yang baru.

Amran mengklaim, strategi ini mulai menunjukkan hasil konkret, salah satunya di wilayah Papua Selatan. Berkat penggunaan alat pertanian modern, biaya produksi dan distribusi pangan berhasil ditekan secara signifikan.

“Dulu harga beras di sana mencapai Rp30 ribu per kilogram, sekarang sudah turun berada di kisaran Rp12 ribu,” ungkapnya.

Menanggapi situasi lokal di Sulawesi Tenggara (Sultra), di mana sektor pertanian tengah terpukul akibat banjir yang merendam lahan-lahan produktif warga, Mentan memastikan pemerintah bergerak cepat.

Bantuan darurat telah disalurkan secara masif untuk mempercepat pemulihan.

“Traktor sudah dikirim, benih sudah dikirim, bantuan untuk ribuan hektare juga disalurkan,” tegas Amran.

Menutup arahannya, Amran mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk ikut mengawal program pangan nasional secara objektif.

Pengawasan bersama ini dinilai krusial demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA