BI Sultra Gelar Puncak FORKESTRA 2026, Dorong Ekonomi Inklusif dan Pengendalian Inflasi Daerah

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Okt 2026 17:49 96 redaksi

RADAR KENDARI — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) Tahun 2026 di Kendari, Senin (5/10/2026).

Memasuki pelaksanaan ke-6 sejak dirintis pada 2020, forum tahunan ini mengangkat tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global”.

Rangkaian FORKESTRA 2026 mencakup tiga agenda utama, yakni sosialisasi dan diseminasi, kompetisi opini ilmiah, serta seminar nasional sebagai puncak acara.

Forum ini dirancang untuk mempertemukan pemikiran akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat guna memperkaya masukan bagi perumusan kebijakan ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling., yang hadir dalam kesempatan tersebut, memberikan apresiasinya atas konsistensi penyelenggaraan FORKESTRA.

Menurutnya, forum ini menjadi wadah penting untuk menghimpun ide-ide strategis demi pembangunan Sultra.

“Forum ini menjadi sangat penting karena menjadi ruang untuk menghimpun dan merumuskan ide serta gagasan strategis dari berbagai sudut pandang dalam mendukung kemajuan perekonomian Sulawesi Tenggara. Melalui forum ini, kita berharap dapat melahirkan gagasan-gagasan terbaik yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan penguatan perekonomian Sulawesi Tenggara,” ujar Hugua dalam sambutannya.

Acara puncak Seminar Nasional FORKESTRA 2026 diikuti sekitar 1.300 peserta dari lingkungan akademisi, perbankan, korporasi, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah.

Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Halu Oleo Prof. Azhar Bafadal, serta penulis sekaligus pembuat konten Xaviera Putri.

Selain seminar, puncak FORKESTRA 2026 ditandai dengan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Pemerintah Kota Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan.

Kerja sama ini berfokus pada pemenuhan ketersediaan pasokan dan pengendalian inflasi daerah. Ditandatangani pula Perjanjian Kerja Sama (PKS) Rantai Pasok Ekspor guna memperluas pasar komoditas unggulan Sultra.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sultra, Edwin Permadi, menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam memperkuat distribusi pangan dan daya saing ekspor.

“Melalui kerja sama antardaerah, kita dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, disertai dengan penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau, diharapkan dapat mendukung daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan,” tutur Edwin.

Ke depan, KPwBI Sulawesi Tenggara bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat kolaborasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing global.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA