Bungkam Soal Etika Pejabat, Inspektur Kota Kendari Enggan Beri Keterangan

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Sep 2025 21:17 114 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Inspektur Kota Kendari, Sri Yusnita, memilih bungkam saat dimintai tanggapan pewarta media ini, Jumat (12/09/2025) mengenai sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak terbuka memberikan informasi kepada media.

Sri Yusnita, yang seharusnya berperan dalam pengawasan etika dan kinerja ASN, langsung menghindari pertanyaan wartawan dan tidak memberikan komentar apapun.

Sikap ini sangat disayangkan mengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas pejabat publik.

Kepala Bappeda Diduga Hindari Media, Data Stunting dan Kemiskinan Tertutup

Di lain kesempatan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, Muhammad Saiful, juga diduga enggan memberikan keterangan terkait data dan strategi penanganan stunting serta kemiskinan ekstrem di Kota Kendari. Padahal, Bappeda merupakan sumber data utama untuk kedua isu krusial tersebut.

Wartawan Radarkendari.id, Agus Setiawan, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyayangkan sikap Muhammad Saiful yang tidak bersedia menemui wartawan, padahal tamu lain dipersilakan masuk ke ruangannya.

“Sangat disayangkan, padahal Bappeda adalah sumber data penting terkait stunting dan kemiskinan ekstrem,” ujar Agus, Jumat (12/09/2025).

Sikap Muhammad Saiful ini dinilai tidak menghargai profesi media.

Senada, Sekretaris Bappeda, Seko, juga menyampaikan bahwa kepala Bappeda sedang sibuk, meski wartawan melihat tamu lain diizinkan masuk.

Menanggapi situasi ini, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyarankan agar media berkomunikasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk menjembatani permintaan informasi.

“Masalah apa itu? Bagus kalau ada yang mau ditanya, ke Kominfo saja, biar bisa dikomunikasikan,” kata Sudirman.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Kendari, Muhammad Saiful saat dihubungi media ini menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pemberian informasi kepada pewarta media ini.

“Saya sangat sibuk belakangan ini karena kami lagi menghadapi APBD-P dan KUA PPAS 2026. Tadi saya panggil dan terima satu persatu P3K Paruh Waktu yang lolos sambil tanda tangan dokumen mereka. Jadi baru selesai,” pungkasnya. (Admin)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA