Cegah Lonjakan Harga Beras, Pemkot Kendari Bakal Gelar Pangan Murah di Seluruh Kelurahan 

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Okt 2026 20:03 48 redaksi

RADAR KENDARI — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Ketahanan Pangan mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan, khususnya beras, serta mengendalikan laju inflasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS), posisi inflasi Kota Kendari tercatat berada di angka 4,13% yang dinilai cukup tinggi. Pemerintah setempat juga mewaspadai potensi cuaca dan iklim yang dapat memicu beras menjadi penyumbang inflasi pada bulan-bulan berikutnya.

Untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, Abdul Rauf memaparkan sejumlah poin penting dari hasil rapat koordinasi Pemkot Kendari:

  • Penyaluran Bantuan Pangan Pusat: Pemerintah Pusat akan terus memberikan bantuan pangan bagi masyarakat yang tergolong dalam desil 1 hingga 4 pada triwulan IV untuk membantu warga rentan di tengah fluktuasi harga.
  • Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah: Mulai hari Rabu, Pemkot Kendari bekerja sama dengan Perum Bulog akan menggelar Gerakan Pangan Murah khusus beras di dua kelurahan setiap harinya demi efisiensi.
  • Titik Lokasi Perdana: Kegiatan pangan murah ini serentak dimulai di Kelurahan Watu-Watu dan Kelurahan Lahundape.
  • Ketersediaan Stok: Masing-masing kelurahan disiapkan sekitar 1 ton beras (total 2 ton untuk dua kelurahan per hari) dan akan dievaluasi efektivitas penjualannya secara berkala.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Kendari turut menggandeng berbagai mitra seperti Bank Indonesia (BI) dan stakeholder lain untuk memastikan program pangan murah mendapat dukungan penuh dan menjaga stabilitas harga.

Langkah cepat yang dipimpin oleh Dinas Ketahanan Pangan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah tantangan iklim dan ekonomi saat ini.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA