Diskominfo Kendari Catat 3.121 Panggilan Masuk Call Center 112 Periode September, Damkar dan Dishub Dominasi Aduan

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Okt 2026 17:56 50 redaksi

RADAR KENDARI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari merilis rekapitulasi laporan layanan darurat Call Taker 112 untuk periode bulan September.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat ribuan panggilan masuk yang diterima oleh petugas operator.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto, mengungkapkan bahwa sepanjang bulan September, total panggilan yang masuk mencapai 3.121 panggilan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.157 panggilan (69%) dinyatakan sebagai panggilan valid. Namun, pihaknya masih mencatat adanya 964 panggilan (31%) yang masuk dalam kategori tidak valid atau panggilan jahil (prank/ghost call).

“Dari keseluruhan panggilan valid yang masuk, kami mencatat sebanyak 246 tiket laporan kejadian,” ujar Sahuriyanto.

Dari total 246 tiket laporan tersebut, sebanyak 168 laporan (68%) telah berhasil ditindaklanjuti hingga selesai. Sementara itu, 78 tiket laporan lainnya (32%) saat ini masih dalam proses penanganan oleh instansi terkait.

Berdasarkan grafik laporan darurat ke instansi/OPD, laporan didominasi oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan total 53 laporan, disusul oleh Dinas Perhubungan (Dishub) sebanyak 35 laporan.

Beberapa instansi lain yang juga menerima aduan di antaranya PLN (30 laporan), DLHK (26 laporan), Satpol PP (24 laporan), dan Polres (20 laporan).

Menanggapi tingginya angka aduan pada sektor tertentu, Sahuriyanto mengimbau agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meningkatkan kesiapsiagaan jajarannya di lapangan.

“Kami berharap OPD yang jumlah aduannya cukup banyak, seperti Damkar dan Dishub, dapat lebih standby dengan Tim Reaksi Cepat (TRC)-nya agar penanganan di lapangan bisa berjalan lebih optimal,” tegasnya.

Berdasarkan analisis Service Level Agreement (SLA) layanan, tercatat kualitas layanan mengalami peningkatan sebesar 69%, sementara 31% lainnya mencatatkan penurunan kualitas layanan.

Di akhir penyampaiannya, Kadis Kominfo Kota Kendari juga memberikan imbauan khusus kepada seluruh warga Kota Kendari agar memanfaatan layanan darurat ini secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kami sangat berharap warga metro bisa lebih bijak dalam melakukan pengaduan. Hindari melakukan prank call atau panggilan palsu, karena hal tersebut dapat mengganggu petugas dan menghambat penanganan kondisi darurat yang benar-benar membutuhkan bantuan cepat,” tutupnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA