Anggota DPRD Konkep meninjau SPBU yang berada diotoritanya. RADARKENDARI.ID – Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara – Tingginya aktivitas masyarakat Konawe Kepulauan (Konkep) menuntut peningkatan layanan di SPBU Langara.
Anggota DPRD Konkep baru-baru ini menyoroti perlunya peningkatan fasilitas, termasuk penggunaan nozzle otomatis dan penggunaan atribut lengkap oleh karyawan SPBU, seperti yang lazim di SPBU lain.
Kunjungan lapangan ke SPBU Kompak Yudafia Energi Pratama pada Senin (14/7) semakin menguatkan rekomendasi tersebut.
Asbul Bachri, anggota Komisi II DPRD Konkep, menekankan pentingnya peningkatan layanan dan konsekuensi jika hal tersebut tidak dipenuhi.
“Rekomendasi dewan Konkep yaitu tingkatkan layanan dengan menyediakan pengisian secara otomatis serta karyawannya menggunakan atribut lengkap. Jika ini tidak dipenuhi maka ada konsekuensi,” kata Asbul Bachri yang diamini anggota Komisi II lainnya.
Manajemen SPBU Langara mengapresiasi masukan dari DPRD Konkep. Mereka mengakui keterbatasan fasilitas nozzle yang masih dalam proses pemasangan, meskipun alat tersebut sudah tiba di lokasi.
Layanan pengisian BBM saat ini masih dilakukan secara manual, namun karyawan telah menggunakan atribut lengkap.
Terkait isu pembatasan layanan hanya dua hari dalam seminggu, manajemen membantahnya.
Mereka menjelaskan bahwa keterbatasan layanan disebabkan oleh pengiriman BBM yang hanya dua kali sebulan, masing-masing dengan kuota 80 KL Pertalite dan 20 KL Biosolar.
Setiap pengiriman memungkinkan layanan beroperasi selama lebih dari seminggu, hingga stok habis dan menunggu pengiriman berikutnya. Manajer SPBU Langara, Ila, menjelaskan detail kuota tersebut dan proses pengiriman dari depot Kota Kendari.
“Jumlah kuota dalam sebulan yaitu 80 KL untuk jenis Pertalite dan 20 KL Bio Solar. Kuota ini dibagi dua dalam sebulan, tidak datang sekaligus. Dan ini dikirim dari depot Kota Kendari,” kata manajer SPBU Langara, Ila.
Sementara itu, Penanggung jawab lapangan, Darsan, menambahkan bahwa penjualan harian Pertalite mencapai 6-7 KL.
Dengan kuota 40 KL per pengiriman, layanan hanya dapat beroperasi selama seminggu lebih sebelum kehabisan stok. Layanan SPBU dibuka setiap hari, kecuali saat istirahat siang.
“Kami melakukan penjualan setiap harinya, data penjualan kami dalam sehari mulai dari pagi sampai sore hari untuk Produk Pertalite terjual 6 sampai 7 KL, sehingga dengan jumlah BBM hanya 40 KL setiap tahapnya, hanya bisa bertahan seminggu lebih,” ungkap Darsan.
“Sisanya menunggu lagi kiriman BBM. Layanan dibuka sejak pagi dan istirahat siang lalu lanjut penjualan hingga sore hari,” pungkasnya.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar