Dua Ton Beras SPHP Ludes, Gerakan Pangan Murah di Kendari Diserbu Warga

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Okt 2026 16:46 198 redaksi

RADAR KENDARI – Sebanyak dua ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ludes dibeli masyarakat pada hari pertama pelaksanaan, Kamis (22/10/2026).

Beras SPHP tersebut dijual dengan harga khusus Rp58.000 per kemasan lima kilogram. Harga ini lebih rendah dibandingkan harga pasar yang, berdasarkan keterangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, sempat mencapai Rp75.000 per kemasan dengan berat yang sama.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 itu berlangsung di pelataran parkir bagian selatan Kantor Balai Kota Kendari. Wakil Wali Kota Kendari Sudirman bersama Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan turut menghadiri kegiatan tersebut.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan secara langsung dan melalui telekonferensi sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan GPM merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi 20 UMKM kuliner yang ada di Kota Kendari,” ujarnya.

Menurut Abdul Rauf, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pangan murah, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Keterlibatan 20 UMKM kuliner diharapkan dapat membantu memperluas pemasaran produk lokal sekaligus mendukung perkembangan usaha masyarakat.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari cepatnya beras SPHP yang disediakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari bersama Perum Bulog terjual habis.

Sebanyak dua ton beras yang disiapkan untuk pasar pangan murah pada hari pertama tidak tersisa. Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Penyediaan beras SPHP menjadi salah satu langkah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga komoditas pangan. Pemerintah berharap program tersebut dapat membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung stabilitas harga di pasaran.

Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Perum Bulog terus memperketat pengawasan terhadap distribusi pangan, khususnya penyaluran beras SPHP.

Abdul Rauf menegaskan, pemerintah berkomitmen memastikan penyaluran beras tersebut berjalan sesuai ketentuan harga yang ditetapkan.

Toko maupun pengecer yang terbukti menjual beras SPHP di atas ketentuan harga pemerintah dapat dikenai tindakan sesuai aturan yang berlaku, termasuk pencabutan izin atau pemblokiran dari program penyaluran.

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan beras SPHP benar-benar sampai kepada masyarakat dengan harga sesuai ketentuan, sehingga manfaat program stabilisasi pangan dapat dirasakan secara optimal.

Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak dalam rangka Hari Pangan Sedunia 2026, Pemerintah Kota Kendari berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, serta pelaku UMKM mendapatkan peluang untuk mengembangkan usaha.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Kendari, serta perwakilan instansi terkait.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA