Hasil Survei IIP dan Fisip UMK : Masyarakat Sultra Masih Percaya Pemilu 2024 Berjalan Jurdil

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Feb 2024 21:22 90 radarkendari.id

Kendari, RadarKendari.id – Salah satu lembaga survei di Sulawesi Tenggara (Sultra) Indeks Insan Politeia (IIP) berkerjasama dengan Lapsipol Ilmu Pemerintahan Fisip Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) merilis hasil survey terkait kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pemilu di Bumi Anoa.

Hasilnya, masyarakat Sultra dengan tingkat angka sekitar 51,2 persen masih percaya bahwa Pemilu 2024 ini akan berjalan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber dan Jurdil). Kemudian sekitar 48,8 persen masyarakat kurang dan tidak percaya bahwa Pemilu 2024 akan berjalan Luber dan Jurdil.

“Kegiatan pengambilan data survei total sampling 400 responden dengan margin eror 5 persen melalui metode penarikan sampel multi stage random sampling dengan sebaran sampling diseluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara,” ungkap Ketua Lembaga Indeks IIP, Andi Awaluddin Maruf lewat keterangan pers, Minggu (25/02/2024).

Lanjut dia, hasil survei ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terbelah walaupun sedikit lebih banyak yang masih percaya dan sangat percaya pemilu berjalan dengan Luber dan Jurdil.

Tingkat kepercayaan publik ini, kata Awaluddin Ma’ruf menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap penyelenggara pemilu untuk pelaksanaan Pemilu 2024 dengan baik.

“Data survei juga menggambarkan secara signifikan masih tingginya ?masyarakat yang menganggap kurang dan tidak percaya pemilu berjalan dengan Luber dan Jurdil, masih ada keraguan publik terhadap proses penyelenggaraan Pemilu 2024,” jelasnya.

“Hal ini bisa dipengaruhi adanya kekhawatiran terhadap potensi kecurangan dan manipulasi suara, dugaan banyak praktek politik uang atau serangan fajar saat kampanye dan menjelang hari pencoblosan, dugaan intervensi dan tekanan dari oknum penguasa dan aparat negara. Persepsi Kinerja Profesional , transparansi dan akuntabilitas penyelenggara dalam kelembagaan KPU dan Bawaslu masih dianggap kurang baik oleh publik,” sambungnya.

Pengamat dan Peneliti Demokrasi dan Politik Sultra ini menambahkan, hingga saat ini proses Pemilu 2024 masih terus berjalan. Ia berharap agar pemilu 2024 bukan sekedar jargon pesta demokrasi tapi ada harapan dan subtansi pembangunan demokrasi yang memiliki legitimasi dan kepercayaan publik. (ndi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA