Kabut Asap Kepung Kota Kendari

waktu baca 3 menit
Jumat, 9 Okt 2026 14:51 69 redaksi

RADAR KENDARI – Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (9/10/2026) pagi. Berdasarkan pantauan media online Radar Kendari sekitar pukul 09.00 Wita, kabut asap terlihat membentang dari Kecamatan Baruga hingga Kendari Barat.

Kondisi tersebut membuat suasana kota tampak berkabut. Jarak pandang di sejumlah titik diperkirakan hanya sekitar satu kilometer.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan serta pengguna jalan yang membutuhkan jarak pandang memadai saat berkendara.

Kondisi ini juga sejalan dengan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa sebaran asap masih terpantau di Kota Kendari dan sekitarnya hingga 8 – 9 Oktober 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa keberadaan asap pada dini hari hingga pagi hari dapat menyebabkan penurunan jarak pandang hingga kurang dari lima kilometer.

“Per 8 Oktober 2026, sebaran asap terpantau di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya. Pada dini hari dan pagi hari, kabut asap dapat mengurangi jarak pandang hingga kurang dari lima kilometer,” jelas Faizal dilansir dari Ini Kabar Sultra.

Berdasarkan pemantauan satelit Himawari, sebaran asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara, meliputi Baubau, Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, Wakatobi, Muna, Muna Barat, serta wilayah sekitarnya.

Faizal menjelaskan, asap yang menyelimuti Sulawesi Tenggara tidak seluruhnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

Sebagian sebaran asap diketahui terbawa dari daerah lain, di antaranya Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan.

Untuk periode 8–9 Oktober 2026, BMKG memperkirakan potensi sebaran asap kategori sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Sultra.

Wilayah tersebut mencakup Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi.

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama saat beraktivitas pada pagi hari ketika jarak pandang berpotensi menurun.

Masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih. Jika kondisi asap semakin pekat, warga juga diminta menutup jendela rumah untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Selain berdampak terhadap kesehatan, penurunan jarak pandang juga perlu diwaspadai oleh pengguna transportasi darat, laut, maupun udara. Pengendara di jalan raya diminta berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jarak pandang.

BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan informasi sebaran asap melalui kanal resmi BMKG serta instansi terkait.

Kewaspadaan bersama diperlukan untuk meminimalkan dampak kabut asap, sekaligus mengantisipasi risiko yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA