Kendala Data Penerima, 1.000 Bantuan Pangan di Kota Kendari Ditarik Kembali

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Okt 2026 14:48 169 redaksi

RADAR KENDARI – Penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional di Kota Kendari telah tuntas dilaksanakan.

Namun, dalam proses distribusi tersebut, ditemukan sekitar 1.000 data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak valid atau penerimanya tidak ditemukan di lapangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan bantuan tersebut awalnya dialokasikan untuk sekitar 27.460 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Secara umum penyaluran bantuan pangan kemarin sudah tuntas. Namun di balik ketuntasan itu, muncul persoalan karena ada kurang lebih 1.000 KPM yang tidak memiliki data atau tidak ditemukan orangnya di lapangan,” ujar Abdul Rauf, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, tidak ditemukannya penerima bantuan di lapangan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti warga yang telah meninggal dunia atau berpindah alamat tempat tinggal.

Berbeda dengan mekanisme sebelumnya di mana ketidakberadaan penerima dapat dialihkan melalui musyawarah tingkat kelurahan atau desa, kini aturan penyaluran dilakukan lebih ketat berbasis digital.

Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengalihan bantuan melalui musyawarah kelurahan sudah tidak diperbolehkan lagi.   

“Penyaluran sekarang berbasis digital dan wajib mengacu pada DTSE. Jika nama yang tertera tidak ada atau tidak sesuai di lapangan, pihak Bulog selaku penyalur dan Dinas Ketapang sebagai pengawas wajib menarik kembali bantuan tersebut,” tegasnya.

Abdul Rauf menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam penentuan atau verifikasi data awal.

Dinas Ketapang hanya bertindak sebagai penerima dan pelaksana data yang diturunkan oleh pemerintah pusat berdasarkan data DTSE.

Menghadapi penyaluran bantuan pangan tahap berikutnya untuk tiga bulan ke depan (Oktober, November, dan Desember).

Dinas Ketapang Kota Kendari berharap instansi terkait yang berwenang dalam pemutakhiran data dapat memperbarui data penerima agar lebih valid.

Selain itu, pihak Bulog dan Dinas Ketapang juga berencana melakukan sosialisasi kepada petugas di tingkat bawah, termasuk para lurah, guna memberikan pemahaman terkait regulasi dan mekanisme penyaluran bantuan.

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi cuaca dan kemarau yang masih berlangsung memengaruhi kebutuhan pangan warga, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA