Kepala DPPKB Kota Kendari, Jahuddin KENDARI – Dalam upaya menekan angka kelahiran (Total Fertility Rate) di Kota Kendari, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) memberikan edukasi mendalam mengenai berbagai pilihan alat kontrasepsi modern.
Salah satu yang paling populer dan mudah diakses oleh masyarakat adalah kondom, meskipun pemerintah kini mulai mendorong penggunaan metode yang lebih stabil untuk jangka panjang.
Kondom Sebagai Kontrasepsi Jangka Pendek
Kepala DPPKB Kota Kendari, Jahuddin, menjelaskan bahwa kondom dikategorikan sebagai alat kontrasepsi jangka pendek bersama dengan pil KB. Meski praktis dan mudah didapatkan, penggunaan kondom memerlukan kedisiplinan yang tinggi agar efektivitasnya terjaga.
“Kami tetap memfasilitasi alat kontrasepsi yang disiapkan pemerintah, termasuk alat kontrasepsi jangka pendek seperti kondom,” ujar Jahuddin saat menjelaskan ragam pilihan bagi pasangan usia subur, Selasa (05/05/2026).
Risiko dan Perbandingan dengan Metode Lain
Meskipun kondom menjadi pilihan bagi banyak pasangan, pihak DPPKB mengingatkan adanya risiko yang menyertai metode jangka pendek ini:
Edukasi di Lapangan
Pemerintah Kota Kendari melalui petugas di lapangan terus melakukan penyuluhan agar masyarakat memahami perbedaan antara kontrasepsi jangka pendek dan jangka panjang.
Tujuannya adalah agar setiap pasangan dapat memilih alat yang paling sesuai dengan kebutuhan rencana keluarga mereka tanpa dihantui rasa khawatir akan kegagalan alat kontrasepsi.
Bagi warga yang ingin berkonsultasi mengenai penggunaan kondom maupun peralihan ke metode jangka panjang, DPPKB telah menyediakan layanan informasi dan fasilitas kesehatan di berbagai titik di Kota Kendari.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar