Ilustrasi Google Gemini AI RADAR KENDARI – Seorang mahasiswi sekolah kesehatan di Kendari berinisial A mengaku dipanggil oleh seorang dosen berinisial Y untuk membahas perkara hukum yang sedang diperjuangkannya.
A merupakan pelapor dalam kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan seorang oknum di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kepada wartawan pada Selasa (28/7/2026), A mengaku pertemuan tersebut membahas laporan dugaan tindak pidana yang telah dibuatnya. Menurut pengakuannya, pertemuan berlangsung pada 29 Juni 2026 setelah dirinya dihubungi oleh Y.
A mengatakan, dalam pertemuan itu Y menawarkan opsi penyelesaian perkara secara damai. Menurut A, Y juga menyampaikan bahwa keluarga terduga pelaku ingin membahas persoalan tersebut dan dirinya bersedia menjadi perantara karena masih memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku.
A mengaku keberatan atas sejumlah pernyataan yang disampaikan Y. Ia menilai perkara yang sedang ditempuhnya merupakan ranah penegakan hukum sehingga penyelesaiannya diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, saat diwawancarai Sultra Klik pada Rabu (29/7/2026), Y membenarkan pernah bertemu dengan A untuk membahas persoalan tersebut. Ia mengaku melakukan pertemuan karena terduga pelaku merupakan keponakannya.
Meski demikian, Y membantah bahwa dirinya bermaksud membela terduga pelaku atau memengaruhi A agar menghentikan proses hukum. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan semata-mata sebagai bentuk kepedulian dan upaya memberikan nasihat kepada A.
“Saya bukan membela terduga pelaku. Saya menghubungi A karena kami dekat. Kenapa tidak saya hubungi?” ujar Y.
Y mengatakan dirinya tidak pernah memaksakan kehendak kepada A. Menurutnya, ia hanya menyampaikan kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan, melalui mekanisme adat, maupun pernikahan sebagai bentuk saran, sementara keputusan tetap berada di tangan pihak-pihak yang bersangkutan.
“Itu hanya nasihat untuk A. Pendekatan yang saya lakukan lebih kepada pendekatan psikologis. Saya memang dosen yang dekat dengan mahasiswa. Banyak mahasiswa maupun mahasiswi yang sering curhat kepada saya,” katanya.
Penulis : La Ode Idris Syahputra
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar