Melampaui Target! ASN Pemkot Kendari Kumpulkan 23,6 Ton Sampah Anorganik dalam Sebulan

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Okt 2026 22:48 91 redaksi

RADAR KENDARI – Gerakan memilah dan menyetorkan sampah anorganik yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kendari mulai menunjukkan dampak nyata.

Sepanjang September 2026, setoran sampah dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sekolah ke Bank Sampah Balai Kota Kendari menembus angka 23.675,9 kilogram atau sekitar 23,6 ton.

Aksi ini tidak sekadar mengurangi volume sampah yang mengalir ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga mendatangkan nilai ekonomi.

Dari total sampah yang terkumpul pada periode tersebut, nilai ekonomi yang berhasil dihimpun mencapai Rp39.810.171.

Berdasarkan laporan penyetoran September 2026, jajaran OPD menjadi penyumbang terbanyak dengan volume 17.851,7 kilogram sampah bernilai Rp30.255.260.

Sementara itu, sektor sekolah menyumbang 5.824,1 kilogram dengan nilai ekonomi mencapai Rp9.554.911.

Realisasi tersebut berhasil melampaui target minimal program. Dengan target minimal 2 kilogram sampah anorganik terpilah per bulan untuk tiap ASN dari total 10.505 ASN, patokan awal berada di angka 21.010 kilogram. Capaian September tercatat melampaui target tersebut sebesar 2.665,9 kilogram.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk komitmen dan teladan jajaran aparatur pemerintah kepada masyarakat luas.

“Kalau 10.000 orang kali dua, hampir 20.000 kilogram sampah di Kota Kendari kita kumpulkan dalam waktu sebulan. Itu paling kurang. Berarti kita sudah membantu petugas kebersihan dan sudah membersihkan wilayah kita,” ujar Siska.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah harus dibiasakan sejak dari sumbernya dengan memilah barang bekas yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, bukan sekadar urusan membuang sampah.

Guna memperluas dampak positif, Wali Kota menginstruksikan para camat dan lurah untuk mereplikasi gerakan serupa di wilayah masing-masing dengan merangkul masyarakat, dunia usaha, komunitas, hingga instansi vertikal.

“Pilahlah dari sumbernya, manfaatkan yang masih bernilai, dan sebisa mungkin kurangi sampah yang terbuang ke TPA,” tegasnya.

Jenis sampah anorganik yang dapat disetorkan mencakup botol plastik, wadah deterjen dan sampo, wadah makanan, kertas HVS, buku, kardus, kaleng, besi tua, seng, hingga sisa kabel. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Kendari bermitra dengan CV Jaya Subur sebagai penampung. Hasil setoran ASN dapat disalurkan menjadi tabungan maupun ditukar tunai.

Wali Kota berharap aksi memilah sampah ini rutin dijalankan setiap hari Jumat pada jam kerja. Konsistensi menjadi kunci utama agar gerakan ini tidak berhenti sebagai wacana belaka.

“Jangan sampai ini hanya menjadi program kerja di atas kertas. Jadikan bank sampah sebagai gerakan hati dan tindakan nyata kita bersama untuk mewujudkan Kota Kendari yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Gerakan ini berlandaskan Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik, sekaligus mendukung program pemerintah pusat, termasuk Program ASRI yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA