Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf mendampingi Satgas Pangan RI meninjau peternakan ayam petelur di Kecamatan Kota. RADARKENDARI.ID – Memasuki momentum krusial menjelang Ramadan, Satgas Pangan RI bersama Pemerintah Kota Kendari memberikan perhatian khusus pada komoditas telur ayam.
Peninjauan lapangan dilakukan secara intensif untuk memastikan jalur distribusi dan ketersediaan stok di tingkat produsen tetap stabil guna menghindari lonjakan harga yang kerap meresahkan warga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, memimpin langsung peninjauan ke salah satu pemain besar industri telur lokal, yakni PT Baroka Lancar Bersama di Kecamatan Konda.
Berdasarkan hasil pantauan tersebut, berikut adalah fakta kunci terkait kondisi telur di Kendari:
Meskipun stok saat ini dinilai aman, Abdul Rauf mengakui bahwa sebagian besar kebutuhan telur di Sulawesi Tenggara masih dipasok dari luar daerah.
Oleh karena itu, kehadiran Satgas Pangan RI, Kementan, Bapanas, hingga Krimsus Polda Sultrabertujuan untuk memutus potensi “permainan” di rantai distribusi yang seringkali menyebabkan harga membengkak di tingkat konsumen.
“Potensi pasar untuk telur sangat tinggi, baik untuk kebutuhan masyarakat umum maupun kebutuhan khusus. Kami ingin memastikan peran pemerintah hadir untuk memfasilitasi para peternak agar ke depannya kita bisa lebih mandiri secara pangan,” ujar Abdul Rauf.
Selain meninjau produsen, Satgas Pangan RI juga melakukan pengecekan harga di pasar-pasar utama seperti Pasar Central Kota dan Pasar Basah Mandonga.
Langkah “turun gunung” ini memastikan bahwa harga telur di lapak pedagang masih sesuai dengan koridor yang ditetapkan, meskipun terdapat fluktuasi ringan akibat faktor transportasi.
Dengan pengawasan ketat dari hulu (peternak) hingga ke hilir (pasar), Pemkot Kendari menjamin ketersediaan telur bagi masyarakat akan tetap terjaga hingga Idul Fitri mendatang.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar