Pemkot Kendari dan BGN Gerak Cepat Atasi Masalah MBG

waktu baca 4 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 11:31 195 redaksi

RADAR KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menangani laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 18 September 2026, setelah sejumlah penerima manfaat mengeluhkan gejala seperti mual, pusing hingga gatal pada bibir usai mengonsumsi menu MBG.

Sekretaris BGN Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah penanganan begitu menerima laporan dari sekolah penerima manfaat.

“Begitu ada laporan, pihak SPPG langsung melakukan penanganan dan menjemput siswa yang mengalami keluhan untuk dibawa ke fasilitas kesehatan,” kata Abdul Rauf, Sabtu (19/9/2026).

Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 08.38 WITA, total terdapat 57 orang yang mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Dari jumlah tersebut, 52 orang telah dipulangkan, sementara lima siswa masih menjalani perawatan.

Lima siswa yang masih dirawat terdiri dari dua orang di Puskesmas Lepo-Lepo dan dua orang di RSUD Abunawas, serta satu orang di Rumah Sakit Dewi Sartika.

Sementara pasien yang telah dipulangkan terdiri dari 25 orang dari Puskesmas Lepo-Lepo, 18 orang dari Rumah Sakit Dewi Sartika, enam orang dari Puskesmas Ranomeeto dan tiga orang dari RS Bahteramas.

Penanganan terhadap para siswa dilakukan setelah pihak SPPG menerima informasi dari sekolah terkait munculnya keluhan kesehatan.

Sekitar pukul 14.00 WITA, pihak SPPG mendapat informasi dari SD Negeri 92 Kendari bahwa hasil uji organoleptik menunjukkan adanya gejala gatal pada bibir setelah mengonsumsi ikan tuna.

Pihak SPPG kemudian menginstruksikan agar paket MBG tidak dibagikan kepada siswa dan selanjutnya menarik paket MBG pada pengantaran tahap terakhir.

Namun, paket MBG untuk MA dan MTs Al Askar Kendari telah lebih dahulu dikonsumsi. Sekolah kemudian diminta melakukan pemantauan terhadap siswa dan segera melaporkan apabila terdapat keluhan kesehatan.

Sekitar pukul 14.30 WITA, pihak MA dan MTs Al Askar melaporkan adanya siswa yang mengalami pusing dan mual. Kepala SPPG bersama pengawas gizi dan tim langsung menjemput siswa tersebut untuk mendapatkan penanganan di Puskesmas Lepo-Lepo.

Penanganan kemudian diperkuat dengan keterlibatan Satgas MBG Provinsi Sulawesi Tenggara, Satgas MBG Kota Kendari, Polresta Kendari dan Kodim 1417/Kendari.

Tim melakukan pendampingan dan pengamanan di sejumlah fasilitas kesehatan tempat para siswa mendapatkan perawatan.

Selain penanganan korban, sampel makanan juga telah diambil oleh Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Abdul Rauf menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan pada penerima manfaat.

Pihak BGN juga telah berkoordinasi dengan Korcam, Korwil, Kareg dan KPPG, serta pihak yayasan selaku pengelola SPPG.

“Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan, termasuk dengan Satgas MBG Provinsi Sultra dan Satgas MBG Kota Kendari,” ujarnya.

Dari hasil analisis awal yang tertuang dalam laporan BGN, terdapat dugaan persoalan pada proses penyimpanan ikan tuna yang digunakan sebagai bahan menu MBG.

Ikan tuna sebanyak 256 kilogram diterima SPPG pada Kamis, 17 September 2026 dalam kondisi yang dilaporkan baik dan segar.

Bahan tersebut kemudian dipotong, dimarinasi dan disimpan dalam freezer.

Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak SPPG pada Jumat malam, ikan yang telah dimarinasi diduga menumpuk dalam satu freezer.

Kondisi tersebut diduga menyebabkan ikan yang berada di bagian paling bawah dan digunakan pada produksi tahap keempat tidak berada pada suhu penyimpanan yang aman.

Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari Labkes Provinsi Sultra.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan adanya persoalan terkait pelaksanaan uji organoleptik di tingkat sekolah.

Pihak yayasan dan SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga menyatakan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

SPPG tersebut diketahui mulai beroperasi sejak 8 Mei 2026 dan memiliki 2.967 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru dan tenaga kependidikan, ibu hamil, ibu menyusui serta balita.

Adapun menu MBG pada Jumat (18/9/2026) terdiri dari nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu dan buah kelengkeng.

Pemkot Kendari bersama BGN dan unsur terkait kini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh penerima manfaat serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA