Pemkot Kendari dan Polresta Turun Langsung Tinjau Lokasi Diduga Penyebab Banjir di Wua-Wua

waktu baca 3 menit
Selasa, 17 Mar 2026 16:46 168 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Pemerintah Kota Kendari bersama jajaran kepolisian turun langsung meninjau lokasi yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir di Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Senin (16/3/2026).

Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., dan dihadiri unsur Forkopimda, termasuk perwakilan Polresta Kendari.

Dari pihak kepolisian, Kapolresta Kendari diwakili Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ariel Mogens Ginting, yang turut melihat langsung kondisi lahan di Jalan Budi Utomo yang diduga menjadi titik awal persoalan banjir di kawasan pemukiman warga.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Kendari didampingi Wakil Wali Kota, Komandan Lanud Haluoleo, Sekda Kota Kendari, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Kepala Dinas Perumahan Kota Kendari guna memastikan kondisi lapangan sekaligus mengkaji langkah penanganan yang akan dilakukan.

Lokasi yang ditinjau merupakan lahan kosong yang kondisinya menyerupai cekungan besar dengan permukaan tanah berlumpur dan retak-retak.

Area tersebut tampak seperti kolam lumpur alami yang terbentuk dari endapan sedimen akibat aliran tanah dan air dari kawasan sekitar.

Di beberapa titik terlihat genangan lumpur berwarna kecokelatan, sementara di bagian lain tampak tanah yang tergerus membentuk alur-alur kecil. Pada bagian bawah cekungan terlihat aliran air kecil yang mengalir di antara tanah yang terkikis.

Kontur tanah yang menurun serta bekas erosi menunjukkan bahwa kawasan tersebut berpotensi menjadi tempat penampungan air dan lumpur saat hujan deras turun.

Vegetasi di sekitar lokasi masih terlihat alami dengan berbagai tanaman yang tumbuh di sekeliling area, termasuk pohon pisang dan pepohonan lainnya, yang memperlihatkan bahwa wilayah tersebut sebelumnya merupakan lahan terbuka yang belum tertata dengan baik.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan awal, salah satu faktor utama yang memicu banjir di kawasan pemukiman warga adalah tumpukan sedimen yang cukup besar akibat aktivitas pengembangan perumahan di sekitar wilayah tersebut.

“Setelah kami cek, ternyata salah satu faktor utamanya adalah tumpukan sedimen yang sangat besar dari aktivitas pengembang perumahan. Ini yang kemudian menyebabkan banjir besar di wilayah ini,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa aktivitas pembangunan perumahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak sepenuhnya diawasi dengan maksimal, sehingga menimbulkan dampak terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Menurutnya, banjir yang sempat melanda pemukiman warga di Kelurahan Wua-Wua menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengawasan terhadap aktivitas pembangunan.

“Ini juga menjadi kekeliruan dari internal kami karena pengawasan yang belum maksimal. Ke depan tentu harus kita perbaiki agar kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi,” katanya.

Sementara itu, Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ariel Mogens Ginting, mengatakan pihak kepolisian turut melakukan pendampingan dalam peninjauan guna memastikan seluruh aktivitas di lokasi sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk terkait pengelolaan lahan dan dampak lingkungan.

Ia menegaskan, Polresta Kendari siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kendari apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Kendari akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemilik lahan di lokasi tersebut.

Penanganan direncanakan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari normalisasi endapan sedimen hingga penataan kembali sistem aliran air di kawasan itu.

“Pemkot akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk pemilik lahan, agar persoalan ini bisa segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang sama di kemudian hari,” tutup Wali Kota.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA