Pemkot Kendari dan TVRI Gelar Gerakan Pangan Murah Mulai Hari Ini, Jual Beras hingga Telur di Bawah Harga Pasar

waktu baca 2 menit
Selasa, 1 Sep 2026 02:05 90 redaksi

RADAR KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama TVRI Sulawesi Tenggara resmi menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) mulai hari ini, Selasa (1/9/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggap pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan di tengah musim kemarau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bekerja sama dengan TVRI di seluruh Indonesia.

“Pemerintah Kota Kendari melalui instruksi Ibu Wali Kota merespon cepat dan memfasilitasi penuh agar Gerakan Pangan Murah ini bisa berjalan lancar. Hari ini kami sudah menyiapkan seluruh sarana pendukung,” ujar Abdul Rauf saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

GPM yang dipusatkan di halaman Kantor TVRI Sultra ini dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (2/9/2026).

Untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, Dinas Ketapang Kendari menggandeng sekitar 12 distributor khusus sektor pangan.

Pemkot Kendari juga menyiagakan 8 unit tenda stan hasil pertanian dan mendistribusikan berbagai bahan komoditas utama.

Sementara itu, pihak TVRI memfasilitasi area kegiatan, sarana kelistrikan, hingga penyiapan panggung hiburan dan doorprize menarik bagi warga yang berkunjung.

“Kemarau yang terjadi belakangan ini mempengaruhi pasokan dan memicu kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai, ikan, dan sayur-sayuran. Melalui GPM ini, kami hadir untuk memastikan warga mendapatkan pasokan pangan dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Dalam kegiatan GPM ini, komoditas pangan dijual dengan harga yang signifikan lebih murah dibanding pasaran umum.

Salah satunya adalah beras SPHP yang dijual seharga Rp58.000 per kemasan 5 kg, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp62.500.

Selain beras, pasokan telur ayam juga disiapkan melimpah dari berbagai distributor dengan patokan harga berkisar Rp45.000 hingga Rp50.000 per rak.

Abdul Rauf menegaskan, laju inflasi di sektor pangan Kota Kendari sejauh ini masih tergolong aman dan normal.

Hal tersebut ditopang oleh keberadaan lebih dari 200 Kios Pangan, program pemanfaatan pekarangan (B2SA), serta tingginya konsumsi pangan lokal seperti Sinonggi, Kabuto, dan Kasuami (Sikato).

“Gerakan Pangan Murah ini tidak dilaksanakan setiap hari. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Kendari untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya guna memenuhi kebutuhan pokok keluarga,” imbau Abdul Rauf.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA