Pemkot Kendari Salurkan 156 Ribu Liter Air Bersih Gratis ke Warga Terdampak Kekeringan

waktu baca 2 menit
Jumat, 25 Sep 2026 16:53 33 redaksi

RADAR KENDARI — Pemerintah Kota Kendari melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga darurat terhadap bencana kebakaran hutan dan kekeringan akibat musim kemarau.

Penetapan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih, tetap terpenuhi.

Fokus utama penanganan difokuskan pada ketersediaan air bersih layak konsumsi bagi warga yang membutuhkan, terutama untuk memasak dan minum.

Selama kurang lebih dua minggu terakhir, pihak BPBD telah menerima laporan dan mencatat sebanyak 430 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 8 kelurahan mengalami krisis air bersih.

Kelurahan terdampak tersebut meliputi Bungkutoko, Sambuli, Mangga Dua, Mata, Gunung Jati, Punggaloba, Anggalomelai, dan Kendari Caddi (Tondonggeu).

Untuk merespons kondisi tersebut, pihak pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 155.700 liter air bersih secara gratis kepada warga terdampak.

Penyaluran bantuan ini dilakukan berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III/Kementerian PUPR serta PDAM setempat. Penggunaan sumber air dari PDAM dipastikan agar kualitas air layak untuk dikonsumsi.

Operasional penyaluran air melibatkan dua unit kendaraan operasional BPBD, dua unit mobil tangki air bantuan BWS, serta penempatan 8 unit tandon air penampungan berkapasitas 2.200 liter per titik di lokasi terdampak.

Guna memastikan penyaluran tepat sasaran, pemantauan dan survei rutin dilakukan setiap minggu ke wilayah-wilayah rawan krisis air, khususnya daerah pesisir dan pegunungan seperti di Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Abeli, dan Nambo.

Wilayah-wilayah tersebut rentan mengalami kekeringan karena sumber air warga dan sumur mulai mengering saat musim kemarau.

Pemerintah Kota Kendari juga telah bersurat kepada seluruh camat dan lurah untuk segera melaporkan tingkat RT/RW jika menemukan warga atau wilayah baru yang mengalami krisis air.

Langkah ini diambil guna menjamin bantuan air bersih dapat terus disalurkan secara berkala dan bergiliran.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA