SMAN 2 Kendari Beri Klarifikasi Terkait Video Viral Dugaan Pungutan Siswa Pindahan

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Okt 2026 17:17 35 redaksi

RADAR KENDARI – Pihak SMAN 2 Kendari memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial dan memuat pembicaraan mengenai dugaan pungutan dalam proses penerimaan siswa pindahan, Kamis (1/10/2026).

Klarifikasi tersebut disampaikan di ruangan SMAN 2 Kendari dengan menghadirkan pihak-pihak yang namanya maupun keterangannya dikaitkan dengan video yang beredar.

Sintia, selaku pihak yang merekam video tersebut, menyampaikan permintaan maaf atas beredarnya video yang menurutnya telah mencoreng nama baik sekolah.

“Sebelumnya saya meminta maaf atas viralnya video tersebut yang beredar di media sosial. Karena saya juga, video tersebut membuat nama sekolah tercoreng,” ujar Sintia.

Ia juga membantah pemberitaan yang menyebut dirinya sebagai pihak yang pernah membayar pungutan sebagaimana yang disebut dalam video.

“Saya selaku yang merekam itu membantah yang diberitakan media. Saya selaku wali orang tua siswa tidak pernah menerima, tidak pernah membayar apa pun yang dimaksud dalam pemberitaan terkait pungli,” katanya.

Sintia juga menyatakan keberatan karena video yang direkamnya disebarluaskan dan dikaitkan dengan pemberitaan mengenai dugaan pungutan.

“Saya keberatan video saya disebarluaskan dengan hashtag dan berita seperti itu. Kejadiannya, video itu tidak benar,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai pembayaran pakaian atau atribut sekolah, pihak yang hadir dalam klarifikasi menyebut nominal sebesar Rp1,3 juta. “Rp1.300.000,” ujar Tabina saat ditanya mengenai nominal pembayaran baju.

Sementara itu, Eli mengakui bahwa suara dalam video tersebut merupakan suaranya dan foto profil yang digunakan juga merupakan miliknya. Namun, ia menjelaskan bahwa pembicaraan dalam video tersebut bukan mengenai proses penerimaan siswa pada tahun ini.

“Kalau masalah video itu, saya tidak bisa bantah itu suara saya dan itu foto saya, profil saya. Tapi dalam pembicaraan itu bukan untuk yang sekarang,” jelas Eli.

Menurut Eli, pembicaraan tersebut bermula ketika seorang orang tua siswa menanyakan persyaratan untuk masuk ke SMAN 2 Kendari. Ia mengaku saat itu menceritakan pengalaman pada tahun sebelumnya.

“Orang tua murid bertanya bagaimana persyaratannya kalau masuk di sekolah itu. Nah, yang saya bicarakan itu bukan untuk yang sekarang, tetapi pengalaman tahun sebelumnya,” katanya.

Eli juga mengaku tidak menyadari bahwa pembicaraan tersebut direkam. Karena itu, ia menyebut nominal yang disampaikan dalam video merupakan bagian dari pembicaraan berdasarkan pengalaman sebelumnya.

“Saya waktu itu tidak sadar bahwa terekam. Kalau saya tahu, mungkin saya tidak akan sebut nominal,” ujarnya.

Setelah pembicaraan tersebut, Eli mengaku kemudian bertemu dengan pihak sekolah untuk menanyakan secara langsung persyaratan bagi siswa yang pindah ke SMAN 2 Kendari.

“Saya datang dan bertemu pihak sekolah. Saya tanya apa persyaratannya kalau ada siswa yang pindah. Dia bilang di sini tidak ada, hanya baju seragam saja,” jelasnya.

Eli menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang sebagaimana nominal Rp2,5 juta yang disebut dalam video.

“Saya sanggah kalau memang pembicaraan itu ada Rp2.500.000. Pembicaraan itu sebelumnya, sebelum saya bertemu pihak sekolah. Itu pun juga tidak ada saya ambil apa-apa. Tidak ada. Murni, saya sudah bikin pernyataan juga,” tegasnya.

Dalam klarifikasi tersebut juga dijelaskan bahwa untuk siswa pindahan yang dimaksud, pembayaran yang dilakukan disebut hanya berkaitan dengan atribut atau pakaian sekolah.

“Adiknya Bu Cynthia itu hanya membayar dengan nominal Rp1,3 juta, itu uang atribut,” demikian keterangan yang disampaikan dalam klarifikasi.

Pihak SMAN 2 Kendari melalui klarifikasi tersebut menegaskan bahwa informasi mengenai adanya pembayaran sebesar Rp2,5 juta dalam proses perpindahan siswa perlu dilihat sesuai konteks pembicaraan dan tidak serta-merta dikaitkan dengan proses penerimaan siswa pada tahun berjalan.

Laporan : La Ode Idris Syaputra
Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA