SPBU Depan Rabam Klarifikasi Mobil Avanza Bawa Jeriken, Pengawas Sebut Belum Isi BBM

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Okt 2026 14:10 94 redaksi

RADAR KENDARI – Manajemen SPBU 74.93107 di depan Rabam, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memberikan klarifikasi terkait Toyota Avanza yang membawa jeriken dan menjadi perhatian saat pemantauan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Kamis (15/10/2026).

Pengawas SPBU 74.93107, Nasrun, menegaskan bahwa kendaraan tersebut belum sempat melakukan pengisian BBM saat berada di sekitar lokasi SPBU.

Nasrun membenarkan adanya pemeriksaan oleh tim Polda Sulawesi Tenggara menyusul informasi mengenai kendaraan yang membawa jeriken dan diduga berkaitan dengan pengisian BBM bersubsidi.

Menurut dia, ketika kejadian berlangsung, Toyota Avanza tersebut masih berada dalam antrean di luar atau sekitar area SPBU. Karena itu, berdasarkan keterangan manajemen, kendaraan tersebut belum melakukan transaksi pengisian BBM.

“Mobil itu masih dalam antrean di luar atau sekitar area SPBU dan belum sempat mengisi BBM,” ujar Nasrun, Kamis (15/10/2026).

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima pihak SPBU, keterangan serupa juga diperoleh melalui konfirmasi kepada Kepala Bidang Satpol PP.

Nasrun menjelaskan, pihaknya selama ini berupaya memperketat pengawasan penyaluran Pertalite untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pengawasan tersebut antara lain menyasar kendaraan dengan tangki modifikasi, tangki rakitan, serta dugaan praktik pengisian berulang.

“Kami tegas tidak melayani kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi, tangki rakitan, maupun pengisian berulang,” tegasnya.

Untuk mendukung pengawasan, manajemen telah memasang papan imbauan dan peringatan di area SPBU. Langkah tersebut dilakukan agar konsumen memahami ketentuan pengisian BBM bersubsidi sebelum melakukan transaksi.

Petugas operator juga diminta lebih cermat dalam memeriksa kendaraan yang hendak mengisi Pertalite. Kendaraan yang dicurigai menggunakan tangki modifikasi atau rakitan untuk menampung BBM dalam jumlah tidak wajar menjadi salah satu perhatian dalam proses pengawasan.

Selain itu, manajemen berupaya mencegah pengisian berulang oleh kendaraan yang sama dalam satu hari. Penggunaan QR Code melalui program Subsidi Tepat juga diterapkan sebagai bagian dari pengawasan penyaluran Pertalite sesuai ketentuan.

Nasrun mengimbau masyarakat menggunakan QR Code sesuai peruntukannya dan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan yang bertentangan dengan aturan distribusi BBM bersubsidi.

Di sisi lain, manajemen SPBU depan Rabam mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah, kepolisian, dan Satpol PP dalam mengawasi distribusi BBM di lapangan.

Menurutnya, pengawasan bersama diperlukan untuk menjaga ketertiban di SPBU sekaligus memastikan BBM bersubsidi dapat diakses masyarakat yang berhak.

Ia menambahkan, keberadaan kendaraan yang membawa jeriken perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif. Pemeriksaan tidak hanya melihat jenis kendaraan atau muatan yang dibawa, tetapi juga memastikan apakah terjadi pengisian BBM dan apakah aktivitas tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Manajemen berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan penjelasan atas informasi yang beredar mengenai Toyota Avanza yang membawa jeriken di sekitar SPBU depan Rabam.

Pihaknya menyatakan akan terus memperketat pengawasan dan menjalankan ketentuan pengisian Pertalite sesuai aturan.

Sementara itu, kepastian mengenai hasil pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut tetap menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA