Tim Pengabmas Jurusan Psikologi UHO saat mengedukasi guru dan orang tua murid SDN 67 Kendari. Kendari – Dunia digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di kalangan remaja maupun anak-anak.
Dalam menghadapi tantangan baru ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) berinisiatif mengedukasi para guru dan orang tua untuk memahami peran penting psikoedukasi menggunakan media digital dengan bijak dalam menjaga kesehatan mental generasi muda.
Tim Pengabmas Jurusan Psikologi UHO dipimpin langsung Laode Surazal Qalbi, dampingi Astri Yunita (dosen), Nadya Fuaztin Tunngiono (mahasiswa), Lia andriyani Rusli (mahasiswa). Kegiatan berlangsung pada 31 Juli – 7 Agustus 2023.
Ketua Tim Pengabmas Jurusan Psikologi, Laode Surazal Qalbi menjelaskan, ketika anak dan remaja semakin terpapar pada teknologi dan media digital, dampaknya terhadap kesehatan mental menjadi semakin signifikan.
Masalah seperti kecemasan, depresi, dan stres semakin sering terlihat pada mereka yang tidak mampu mengelola penggunaan media digital secara sehat.
“Oleh karena itu, peran psikoedukasi menjadi semakin krusial dalam memberikan pemahaman tentang penggunaan yang bijak serta potensi risiko dan manfaat teknologi,” jelasnya.
Lanjut dia, psikoedukasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam tentang aspek tertentu dalam kesehatan mental.
Menggabungkan pendidikan dengan aspek psikologis, pendekatan ini mendorong para guru dan orang tua untuk memahami implikasi penggunaan media digital dan teknologi terhadap kesehatan mental anak dan remaja.
“Melalui pendekatan ini, para guru dan orang tua diberikan pemahaman yang diperlukan untuk membantu anak-anak dan remaja mengenali tanda-tanda kesehatan mental yang mungkin muncul akibat penggunaan media digital yang berlebihan atau tidak sehat,” kata Laode Surazal.
Ia berharap, lewat psikoedukasi para orang tua bisa belajar bagaimana membantu generasi muda mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menggunakan teknologi dengan bijak, seperti mengatur waktu layar, mempraktikkan self-care, dan menghindari dampak negatif dari media sosial.
” Ini adalah langkah positif dalam menghadapi tantangan baru dalam mendukung kesehatan mental generasi muda.” pungkasnya.
(rls/wan)
Tidak ada komentar