Vale Indonesia Edukasi Pelajar SMPN 1 Baula tentang Bahaya Narkoba dan Pencegahan HIV

waktu baca 4 menit
Selasa, 13 Okt 2026 16:18 64 redaksi

RADAR KENDARI – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan generasi muda melalui edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan pencegahan penularan virus HIV.

Kegiatan tersebut menyasar pelajar SMP Negeri 1 Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (12/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui program Environmental, Social, and Governance (ESG) bertajuk “Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya”, yang dijalankan melalui kolaborasi Vale Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menghindari penyalahgunaan narkoba, serta memahami langkah-langkah pencegahan penularan HIV sejak usia sekolah.

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan edukasi kesehatan bagi generasi muda merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Menurutnya, pendidikan menjadi pilar penting dalam program pemberdayaan masyarakat karena pengetahuan mengenai kesehatan dan persoalan sosial perlu ditanamkan sejak dini.

“Pendidikan merupakan salah satu pilar utama program pemberdayaan masyarakat kami, karena kami meyakini edukasi yang berkelanjutan tentang berbagai hal mendasar, seperti kesehatan dan sosial sejak usia sekolah, menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang sehat, tangguh, serta mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” kata Rifai.

Ia menambahkan, generasi muda perlu mendapatkan informasi kesehatan yang benar dari sumber tepercaya agar mampu melindungi diri dan menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kolaka dan pihak sekolah, Vale Indonesia berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya narkoba dan risiko penularan HIV, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Melalui kolaborasi dengan BNN Kolaka dan pihak sekolah, kami berharap para pelajar mampu menjaga diri sekaligus menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan hidup sehat dan bebas narkoba kepada teman, keluarga, serta lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Rifai menjelaskan, program ESG Vale Indonesia tidak sekadar menjadi inisiatif sosial, tetapi juga merupakan bagian dari prinsip perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kolaborasi bersama pemerintah daerah, BNN, tenaga kesehatan, dan institusi pendidikan dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat memberikan manfaat yang nyata.

Program “Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya” berfokus pada tiga pilar utama yang saling mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pilar Kolaka Sehat diarahkan pada peningkatan kesehatan masyarakat, perbaikan gizi ibu dan anak, serta perluasan akses terhadap sanitasi dan air bersih.

Sementara itu, pilar Kolaka Bersih mencakup pengelolaan sampah, penanaman pohon, serta edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan.

Adapun pilar Kolaka Berdaya berfokus pada penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan perempuan dan pemuda.

Edukasi bahaya narkoba dan pencegahan HIV di SMP Negeri 1 Baula menjadi bagian dari implementasi pilar Kolaka Sehat.

Program ini diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman pelajar mengenai risiko penyalahgunaan narkoba, pencegahan HIV, dan pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat.

Konselor HIV BNN Kabupaten Kolaka, Iwan Ahmadi, menegaskan bahwa pembekalan pengetahuan mengenai bahaya narkoba dan HIV perlu diberikan sejak dini kepada anak-anak usia sekolah.

Menurutnya, pemahaman yang tepat dapat membantu pelajar mengambil keputusan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko.

“Sangat penting untuk memberikan pembekalan sejak dini kepada anak-anak usia sekolah sebagai generasi penerus bangsa. Pengetahuan tentang bahaya narkoba dan risiko penyakit HIV dapat membuat mereka lebih menjaga diri,” kata Iwan.

Ia berharap para siswa dan guru yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menyebarluaskan informasi pencegahan kepada teman, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Dengan demikian, manfaat edukasi tidak hanya dirasakan peserta kegiatan, tetapi juga dapat menjangkau lingkungan yang lebih luas.

Apresiasi juga disampaikan Ketua OSIS SMP Negeri 1 Baula, Muhammad Ibrahim. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi para pelajar mengenai dampak penyalahgunaan narkoba dan pentingnya mencegah penularan HIV.

Ibrahim mengajak teman-temannya untuk lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan.

“Hindari narkoba karena berbahaya bagi kesehatan dan dapat menimbulkan ketergantungan. Hindari juga rokok, serta berhati-hatilah dalam memilih pergaulan,” pesannya.

Melalui edukasi tersebut, Vale Indonesia berharap para pelajar SMP Negeri 1 Baula semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, menjauhi narkoba, serta berperan aktif dalam membangun lingkungan sekolah dan masyarakat yang sehat.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mengintegrasikan aspek sosial dalam program keberlanjutan, sejalan dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA