Vale Indonesia Perkuat Koperasi dan UMKM, 127 Pelaku Usaha Lokal Telah Dibina

waktu baca 4 menit
Minggu, 11 Okt 2026 16:24 48 redaksi

RADAR KENDARI – PT Vale Indonesia Tbk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan koperasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Pekan Expo Koperasi dan UMKM dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Lapangan Iniaku, Sorowako, pada 6–10 Oktober 2026.

Kegiatan yang dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono itu melibatkan jajaran pemerintah daerah, gerakan koperasi, serta pelaku UMKM dari 23 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Dalam momentum tersebut, Vale Indonesia menerima dua penghargaan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Vale Indonesia yang turut membantu menyukseskan kegiatan tersebut.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan bahwa keberhasilan industri tidak hanya diukur dari produksi dan investasi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Bernardus dalam keterangan resminya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut dia, kegiatan operasional perusahaan, pengembangan proyek hilirisasi, serta pemberdayaan UMKM diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang ekonomi agar masyarakat dapat tumbuh bersama perkembangan industri.

Vale Indonesia juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari dukungan ekonomi, pendidikan, peningkatan kapasitas, kesehatan, hingga kesejahteraan.

Bernardus menjelaskan, pengembangan industri nikel dan investasi perusahaan diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Peluang tersebut mencakup kebutuhan barang, jasa, serta berbagai kegiatan usaha pendukung industri.

Untuk membantu masyarakat memanfaatkan peluang itu, Vale Indonesia menjalankan program pemberdayaan UMKM yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar.

Hingga 30 September 2026, perusahaan telah mendukung 127 UMKM yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 UMKM binaan telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa. Keberadaan pusat pemasaran tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan produk lokal sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan bagi pelaku usaha.

“Untuk membantu masyarakat memanfaatkan peluang tersebut, perusahaan menjalankan program pemberdayaan UMKM yang berfokus kepada peningkatan kapasitas dan akses pasar,” jelas Bernardus.

Upaya ini sejalan dengan tema Harkopnas ke-79, yakni Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun perekonomian yang berkelanjutan.

Pemerintah berperan menciptakan kebijakan dan ekosistem pendukung, koperasi mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis keanggotaan, sementara dunia usaha berkontribusi melalui investasi, kemitraan, kegiatan operasional, serta pemberdayaan masyarakat.

Selain mendukung UMKM, semangat penguatan ekonomi berbasis koperasi juga tumbuh di lingkungan karyawan Vale Indonesia melalui Koperasi Karyawan Vale atau Kopkar Vale.

Koperasi yang berdiri sejak 1979 itu berawal dari kebutuhan karyawan PT International Nickel Indonesia (INCO), pendahulu Vale Indonesia, untuk memperoleh barang kebutuhan pokok di Sorowako.

Seiring perkembangan waktu, Kopkar Vale bertransformasi menjadi badan usaha koperasi yang mandiri dengan lebih dari 1.300 anggota. Koperasi tersebut kini mengembangkan berbagai layanan, termasuk usaha ritel dan simpan pinjam.

Ketua Kopkar Vale, Muhammad Parawansa Lamude, mengatakan bahwa kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi hal penting agar koperasi tetap relevan di tengah dinamika perekonomian Sorowako.

“Koperasi tumbuh dari kebutuhan bersama. Di tengah dinamika ekonomi Sorowako, kami terus berinovasi dan membangun kemitraan agar koperasi tetap relevan serta memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggota,” ujarnya.

Melalui penguatan UMKM dan pengembangan koperasi, Vale Indonesia menegaskan dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, koperasi, pelaku usaha, dan sektor industri diharapkan dapat memperluas kesempatan berusaha, memperkuat akses pasar produk lokal, serta mendorong manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Luwu Timur.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA