Sebagai Staf Ahli Bidang Politik dan Keamanan Kementerian Hukum RI, Andap juga memberikan peringatan keras kepada panitia seleksi untuk menjalankan tugas mereka dengan profesional dan jujur.
“Proses seleksi ini tolong awasi secara benar. Saya tak mau ada penyimpangan. Jangan sampai ada temuan,”tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap penyimpangan dalam proses ini dapat merusak satu generasi. Andap menyatakan dirinya tidak hanya berbicara, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam menjaga integritas.
“Saya bukan sekadar orang yang hanya ngomong saja, tapi saya mencontohkan,” ucapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum Sultra, Sunu Tedy Maranto, menjelaskan bahwa total peserta SKB Kemenkumham di Sulawesi Tenggara berjumlah 363 orang. Dari jumlah tersebut, 18 peserta berasal dari latar belakang pendidikan non-SLTA, sedangkan selebihnya adalah lulusan SLTA.
“Seleksi ini dimulai sejak kemarin (8 Desember) dan akan berlangsung hingga besok (10 Desember 2024),” kata Sunu.
Sunu juga mengapresiasi dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Pj Gubernur Sultra. Menurutnya, keterlibatan aktif Andap dalam mengawasi jalannya proses seleksi menjadi motivasi bagi panitia dan peserta untuk menjaga profesionalisme.
Kunjungan Pj Gubernur ke lokasi seleksi ini menunjukkan komitmennya dalam memastikan proses rekrutmen pegawai di lingkungan Kemenkumham berjalan bersih dan transparan. Ia bahkan secara terbuka meminta laporan dari siapa saja jika menemukan indikasi kecurangan atau pelanggaran selama seleksi berlangsung.
“Dengan arahan tegas dari Pj Gubernur dan pengawasan ketat dari panitia, kami berharap proses SKB Kemenkum di Sulawesi Tenggara dapat melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas untuk mengabdi kepada negara,”pungkasnya. (adm)
Tidak ada komentar