Ilustrasi ppdb. (dok JawaPos.com). RADARKENDARI.ID, Kendari, Sulawesi Tenggara – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari agar tak sembarangan mengeluarkan nota tugas tenaga pendidik (guru) di Kota Lulo.
Itu disampaikan Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Kota Kendari, Aang Asegaf. Menurutnya, dikeluarkan surat tugas kepada guru tanpa berkoordinasi dengan BKPSDM menjadi penyebab utama tersendatnya proses SK Perpindahan bagi guru yang bersangkutan.
“Kami menghimbau kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari untuk tidak mudah mengeluarkan nota tugas kepada guru,” kata Aang, Kamis (12/06/2025).
“Kami harap guru yang hendak pindah tugas melapor dulu ke BKPSDM agar kendala dapat diantisipasi dan dilaporkan kepada pimpinan untuk mendapat persetujuan,” tambahnya.
Ia berharap adanya koordinasi yang lebih baik antara BKPSDM dan Dikbud untuk memperlancar proses mutasi guru di Kota Kendari.
“Tidak ada niat kita untuk memperlambat (urusan orang), kami lebih cepat lebih baik. Hanya kasian kalau kita melanggar SOP yang kena pasti yang bersangkutan.” kata Aang.
Ia berharap dengan adanya koordinasi yang lebih baik, proses mutasi guru dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat lagi.
Sementara itu, Kepala Dikbud Kota Kendari, Saemina, hanya menyatakan bahwa BKPSDM yang mengurus mutasi dan promosi jabatan. “Kan sudah ada dari BKPSDM (mengurus mutasi dan promosi jabatan,” singkatnya.
Sebelumnya, lambatnya proses mutasi guru di Kota Kendari menimbulkan keluhan dari masyarakat.
Haryanto, suami seorang guru SDN 78 Kendari (Hasniah), misalnya, mengaku kecewa karena permohonan mutasi istrinya yang diajukan sejak November 2024 hingga kini belum juga terbit Surat Keputusannya (SK).
Ia mempertanyakan lambannya proses tersebut meskipun Wali Kota definitif telah dilantik.
“Berkas sudah masuk ke BKPSDM sejak November, sudah beberapa kali ganti Pj, sekarang sudah Wali Kota definitif, SK belum juga keluar. Alasannya selalu sabar, dari Kabid satu ke Kabid yang baru, tetap lambat. Bagaimana Kota Kendari mau maju kalau berkas setengah tahun belum ada progres?” keluhnya.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar