Puanmakari, Inovasi Sosial Pertamina Patra Niaga yang Berhasil Raih PROPER Emas Dua Tahun Berturut-turut

waktu baca 3 menit
Rabu, 6 Agu 2025 15:32 136 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Makassar, Sulawesi Tenggara – Kunjungan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, ke Shelter Puanmakari disambut meriah oleh nyanyian ceria anak-anak dari Sekolah Anak Percaya Diri (SAPD).

Puanmakari adalah program unggulan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang telah berhasil meraih penghargaan PROPER Emas dua tahun berturut-turut, yakni pada 2023 dan 2024, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Program ini menjadi percontohan nasional dalam penguatan kapasitas perempuan dan pendampingan anak-anak korban kekerasan berbasis komunitas.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga simbol nyata komitmen Pertamina dalam menciptakan inovasi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya, Mars Ega Legowo meninjau langsung layanan yang tersedia di shelter tersebut, mulai dari layanan psikologi tatap muka, pendampingan komunitas, hingga platform psikologi daring yang telah diakses secara luas oleh masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga aktif membangun kesejahteraan sosial. Penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance) di setiap lini operasional kami adalah bukti nyata kontribusi dalam membangun dari desa, mendorong pemerataan ekonomi, dan memberdayakan masyarakat demi masa depan yang lebih baik,” ujar Mars Ega Legowo.

Memberdayakan Perempuan dan Anak-Anak

Salah satu pilar utama program Puanmakari adalah Sekolah Anak Percaya Diri (SAPD). Hingga saat ini, program tersebut aktif diikuti oleh 57 anak, dari total 160 partisipan yang telah terdata.

Tim profesional yang terdiri dari dua psikolog, satu konselor, dan satu guru pendamping, secara konsisten memberikan layanan pemulihan dan penguatan mental.

Dampak positif dari program ini sangat dirasakan.

Salah satu alumni SAPD, Risma Yanti, kini menjadi mahasiswa Universitas Hasanuddin jurusan Kesehatan Masyarakat. Ia mengaku program ini telah mengubah hidupnya.

“Dulu saya pemalu dan jarang keluar rumah. Setelah ikut SAPD, saya jadi percaya diri dan punya banyak teman. Harapan saya, adik-adik bisa terus belajar dan percaya diri agar bisa meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Risma.

Orang tua murid, Wahida Rahman, juga merasakan perubahan signifikan pada anaknya yang kini menjadi lebih kreatif, percaya diri, dan santun.

“Semoga program ini terus berlanjut dengan pembelajaran yang semakin berkualitas,” harapnya.

Selain anak-anak, Puanmakari juga menjadi ruang aman dan pemberdayaan bagi 221 perempuan, yang sebagian besar adalah penyintas kekerasan.

Mereka mendapatkan layanan pemulihan serta pelatihan dan edukasi untuk bangkit secara sosial dan ekonomi.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, menegaskan bahwa Puanmakari adalah bukti bahwa keberhasilan bisnis dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kemanusiaan.

“Kami akan terus mendukung lahirnya inovasi sosial lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, karena inilah esensi keberlanjutan yang sesungguhnya,” ungkap Fanda.

Hingga saat ini, Shelter Puanmakari telah menjangkau lebih dari 400 penerima manfaat dan menjadi model rujukan nasional dalam program pemulihan korban kekerasan berbasis komunitas.

Berbagai penghargaan nasional dan regional juga telah diraih, termasuk Padmamitra Award dari Kementerian Sosial RI pada tahun 2020.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA