KNKT Ingatkan Pemudik Nataru : Salah Pilih Mode Google Maps Bisa Berakibat Fatal

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Des 2025 18:47 196 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan peringatan keras kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terkait penggunaan aplikasi navigasi Google Maps.

Banyaknya kasus kecelakaan belakangan ini disinyalir akibat pengemudi yang kurang bijak dalam mengoperasikan fitur navigasi tersebut.

Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan, mengungkapkan bahwa kesalahan dalam memilih mode kendaraan pada aplikasi sering kali membawa pengendara ke jalur yang berbahaya atau tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan mereka.

Ahmad Wildan menyoroti risiko tinggi bagi pengemudi bus dan truk yang hanya mengandalkan mode “Mobil” pada aplikasi Google Maps.

Menurutnya, mode tersebut akan mengarahkan kendaraan ke rute tercepat yang sering kali melalui jalan sempit atau pemukiman.

“Ketika pengemudi bus dan truk pakai mode mobil, maka dia akan masuk ke jalan yang hanya disediakan untuk mobil (kecil), dan itu akan berisiko tinggi bagi kendaraan besar,” tegas Wildan, saat menghadiri sosialisasi dan edukasi keselamatan angkutan darat Nataru di Kota Kendari, Senin (22/12/2025).

Berbeda dengan kendaraan besar, KNKT justru memberikan saran khusus bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh. Mereka sangat disarankan untuk menggunakan mode “Mobil” di aplikasi Google Maps, bukan mode sepeda motor.

Alasannya, mode sepeda motor di aplikasi sering kali mengarahkan pengendara ke “jalan tikus” atau rute alternatif yang terpencil. Rute seperti ini dianggap berbahaya bagi pemotor jarak jauh karena dua faktor utama:

* Keamanan: Jalur alternatif sering kali sepi dan rawan tindakan kriminal seperti pembegalan.

* Keselamatan: Jalur tersebut biasanya tidak memiliki standar keamanan jalan raya yang memadai untuk perjalanan jauh.

“Kalau kita menggunakan mode mobil, kita tetap akan diarahkan di jalan raya utama sehingga lebih aman bagi pemotor. Jangan gunakan mode motor, nanti disasarkan (ke jalan berbahaya),” tambahnya.

Selain masalah navigasi, KNKT juga tetap mengingatkan aspek fundamental lainnya seperti kondisi fisik pengemudi yang harus bugar, serta kelaikan kendaraan terutama sistem pengereman dan ketebalan alur ban yang minimal harus berada di angka 1,6 mm.

Para pengendara juga diimbau menjaga kecepatan di bawah 70 km/jam saat kondisi hujan untuk menghindari fenomena aquaplaning yang bisa menyebabkan kendaraan melayang dan kehilangan kendali.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA