Dinas PUPR Kendari Identifikasi Titik Penyumbat Air di Belakang MAN 1 Kendari

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Des 2025 09:00 177 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Masalah banjir yang kerap menggenangi kawasan MTQ, khususnya di sekitar Jalan Abunawas dan area kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari termasuk Kawasan Pasaeno Kendari mulai menemui titik terang.

Jajaran Dinas PUPR Kota Kendari mengidentifikasi bahwa penyempitan drainase dan penumpukan sedimen menjadi penyebab utama luapan air saat hujan deras. Kondisi ini diperburuk dengan beberapa hunian warga yang diduga menghalangi aliran air menuju kali Kadia.

Dalam sebuah tinjauan lapangan, Kabid Bina Marga dan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kendari mendiskusikan hambatan aliran air yang menuju ke arah Kali Kadia.

Aliran air dari arah kawasan Eks MTQ seharusnya lancar menuju kali Kadia, justru terhambat oleh bangunan warga dan tumpukan sampah.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kendari, Almuna Mande menyoroti adanya hambatan fisik di lapangan yang mengganggu fungsi drainase eksisting.

Ia menekankan perlunya koordinasi untuk pembebasan lahan atau pembongkaran hambatan agar aliran air bisa kembali normal.

“Penanganannya harus tuntas di daerah sini. Kendalanya memang ada bangunan warga di atas saluran dan banyak sedimen di dalam,” ungkap Almuna, Selasa (23/12/2025).

“Kita rencanakan untuk mengangkat plat-plat penutup drainase ini, dibersihkan sedimen dan sampahnya sampai keluar semua isinya, baru dipasang kembali. Kita cari solusi supaya tidak banjir terus begini, apalagi pembuangannya sebenarnya dekat sekali dengan laut,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kendari, Abdul Malik menjelaskan bahwa drainase yang terintegrasi dengan jalan seharusnya bisa berfungsi maksimal, namun kerja sama dengan warga sangat diperlukan untuk menangani titik-titik yang tersumbat.

“Kalau drainase itu bersatu dengan jalan, kita bisa masuk untuk penanganan. Masalahnya di beberapa titik, aliran air tertutup dan tidak mengalir ke Kali Kadia. Dulu air mengalir lancar, sekarang kosong karena tersumbat,” ungkap Abdul Malik.

“Rencananya kita akan buat sumur resapan atau jalur keluar air yang lebih efektif. Selain teknis, kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke saluran juga menjadi faktor kunci,” tambanya.

Dinas PUPR Kendari berencana melakukan normalisasi besar-besaran dengan mengangkat sedimen setiap beberapa meter pada saluran drainase di Jalan Supu Yusuf termasuk di kawasan sekitar MAN 1 Kendari.

Selain itu, pemerintah kota juga akan melakukan pendekatan kepada warga terkait pembebasan lahan atau bangunan yang berdiri di atas saluran air demi kepentingan umum dan penanggulangan banjir jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta media ini masih mencoba menghubungi warga yang bermukim di kawasan MAN 1 Kendari untuk mendapatkan hak jawab atas pemberitaan ini.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA