SMAN 5 Kendari Bantah Isu Pembuangan MBG: “Mekanismenya Jelas dan Diawasi Guru”

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 14:09 258 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID Kabar miring mengenai adanya paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terbengkalai dan dibuang di area sekolah dibantah keras oleh otoritas pendidikan di Sulawesi Tenggara.

Melalui koordinasi yang intensif, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra bersama pihak sekolah menegaskan bahwa mekanisme distribusi di lapangan berjalan sangat ketat dan terukur.

Klarifikasi Tegas Disdikbud Sultra

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, menyatakan bahwa program nasional ini bertujuan murni untuk meningkatkan gizi siswa dan telah dipastikan berjalan sesuai prosedur.

Pihaknya membantah adanya pemborosan atau pembuangan makanan seperti yang diisukan.

“Informasi bahwa MBG dibuang itu tidak benar,” tegas Prof. Aris Badara, Rabu (11/02/2026).

Ia menjelaskan bahwa jika terdapat kelebihan porsi karena siswa membawa bekal sendiri, makanan tersebut tidak akan dibuang, melainkan diambil oleh siswa lain yang membutuhkan.

Anak-anak justru menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan banyak yang menambah porsi hingga semua habis dikonsumsi.

Sistem “Jemput Bola” di SMAN 5 Kendari

Senada dengan Kadisdikbud, Kepala SMAN 5 Kendari, La Samura, memberikan klarifikasi langsung mengenai isu pembuangan makanan di belakang sekolahnya.

Dalam keterangannya pada Rabu (11/02/2026), ia menegaskan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak berdasar atau hanyalah “kabar burung”.

Pihak sekolah telah menerapkan mekanisme distribusi sistematis sebagai berikut:

  • Petugas Siswa: Setiap kelas menugaskan 5 hingga 6 siswa secara bergantian untuk menjemput makanan langsung dari mobil SPPG.
  • Pengawasan Satgas Guru: Terdapat panitia khusus yang terdiri dari 5 orang guru dengan SK resmi untuk mengawal kelancaran distribusi harian.
  • Pemanfaatan Sisa: Sisa makanan yang ada karena siswa membawa bekal dari rumah dimanfaatkan kembali oleh siswa lain. “Ada yang mengambil satu atau dua porsi tambahan jika masih ada sisa. Semua diselesaikan di sana,” ujar La Samura.

Komitmen Zero Waste dan Transparansi

Selain menjamin ketepatan sasaran, program ini juga mengedepankan kebersihan lingkungan.

Setelah selesai dikonsumsi, wadah makanan dikembalikan langsung ke mobil Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di area sekolah.

Disdikbud Sultra menyatakan tetap membuka diri terhadap masukan masyarakat dan media guna memastikan program MBG terus memberikan dampak positif bagi kesehatan serta konsentrasi belajar siswa di Sulawesi Tenggara.

Dengan adanya sistem pelaporan harian dan pengawasan berlapis dari guru, diharapkan disinformasi serupa tidak lagi terjadi.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA