Ilustrasi Google Gemini AI. RADARKENDARI.ID – Polemik dugaan utang piutang yang menyeret S, anggota DPRD Konawe memicu sorotan publik.
Sejumlah aktivis menilai persoalan tersebut tak lagi sekadar sengketa pribadi, melainkan telah menyentuh isu etika dan integritas pejabat publik.
Informasi yang beredar dimasyarakat menyebutkan, dana yang dipinjam S digunakan untuk kepentingan pencalonan legislatif. Namun hingga kini, utang tersebut dikabarkan belum dilunasi.
Pihak pemberi pinjaman mengaku kecewa karena pembayaran yang dijanjikan disebut tak kunjung terealisasi.
Bahkan, menurut sumber tersebut, yang bersangkutan dinilai mampu melakukan pengangsuran sejak sekitar tiga tahun lalu.
“Setiap dihubungi, jawabannya selalu akan membayar. Tapi itu terus berulang tanpa realisasi,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (21/02/2026).
Aktivis di Konawe menilai situasi ini berpotensi mencoreng citra lembaga legislatif dan partai politik.
Mereka menegaskan, jika benar dana tersebut dipakai untuk kepentingan politik, maka kewajiban moral untuk menyelesaikan utang harus menjadi prioritas.
“Ini bukan semata urusan pribadi. Jika menyangkut kepercayaan warga dan dana yang dipakai untuk aktivitas politik, maka ada dimensi etika publik di dalamnya,” kata Fianus Arung, salah satu aktivis.
Menurutnya, sikap mengulur waktu dengan janji berulang tanpa kepastian pembayaran dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap wakil rakyat.
Dana yang dipinjam disebut berasal dari warga yang menggantungkan hidup pada modal usaha. Kondisi itu membuat pihak pemberi pinjaman merasa dirugikan secara ekonomi sekaligus moral.
Saat dikonfirmasi awak media, S disebut hanya memberikan pernyataan singkat bahwa dirinya akan membayar.
Namun pihak pemberi pinjaman menyatakan jawaban tersebut telah disampaikan berulang kali dalam beberapa tahun terakhir.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar