Kemenhub Pastikan Transportasi Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara Siap, Posko Terpadu Dipusatkan di Terminal Puuwatu

waktu baca 3 menit
Sabtu, 14 Mar 2026 16:15 184 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan seluruh moda transportasi telah disiapkan secara optimal untuk menghadapi mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara.

Sejumlah armada laut, darat, dan udara dipastikan dalam kondisi siap guna menjamin perjalanan masyarakat berlangsung selamat, aman, lancar, dan nyaman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara, Husni, dalam dialog bersama media menjelang pembukaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan yang dipusatkan di Terminal Tipe A Puuwatu, Kendari, Jumat (13/03/2026).

Dalam dialog tersebut, Husni didampingi sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Ditlantas Polda Sultra, KSOP Kendari, Bandara Halu Oleo, Dinas Perhubungan Kota Kendari, Dinas Perhubungan Kolaka Utara, Jasa Raharja, Basarnas, dan BMKG.

“Insyaallah seluruh moda transportasi telah dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026, dengan fokus pada keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan,” kata Husni.

Ia menjelaskan, pola pergerakan masyarakat di Sulawesi Tenggara memiliki karakteristik berbeda dibandingkan wilayah Jawa karena faktor geografis kepulauan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa, potensi perjalanan selama Lebaran diperkirakan mencapai 1,1 hingga 1,3 juta perjalanan, yang masih didominasi kendaraan pribadi.

Menurutnya, angkutan umum akan dilayani melalui berbagai moda, mulai dari penyeberangan ASDP, kapal laut, bus AKAP/AKDP, hingga transportasi udara.

Selama 18 hari masa Posko Angkutan Lebaran, terhitung 13 hingga 30 Maret 2026, kapasitas angkutan penyeberangan di Sultra diperkirakan mampu melayani 180.163 penumpang dan 17.465 unit kendaraan campuran.

Sementara kapasitas bus AKAP dan AKDP diperkirakan dapat melayani 8.418 penumpang selama periode angkutan lebaran.

Husni menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Kemenhub bersama operator transportasi terus melakukan pemeriksaan kelaikan armada atau ramp check secara intensif di berbagai simpul transportasi.

“Khusus bus yang dinyatakan layak akan diberi label. Ini untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana memenuhi standar keselamatan sebelum melayani masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sultra dan Polda Sultra yang menyelenggarakan program mudik gratis.

Program tersebut dinilai mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menekan potensi kecelakaan yang selama ini didominasi pengguna kendaraan pribadi, terutama roda dua.

“Penguatan kolaborasi antar stakeholder dalam penyelenggaraan angkutan lebaran ini semata-mata untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang membantu melindungi keselamatan para pemudik di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, Kemenhub terus memperkuat koordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, serta aparat keamanan.

Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-5 dan H-3 Lebaran, sementara puncak arus balik diprediksi pada H+3 dan H+5 Lebaran.

“Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak dini, mulai dari penguatan kapasitas armada, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan infrastruktur transportasi agar arus mudik dan balik berjalan optimal,” tutup Husni.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA