Bank Sultra Catat Laba Rp419,6 Miliar di 2025

waktu baca 3 menit
Selasa, 17 Mar 2026 13:52 212 radarkendari.id

RADARKENDARI.IDPT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025.

Di tengah dinamika ekonomi nasional, bank milik pemerintah daerah ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp419,6 miliar, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp418,4 miliar.

Secara kumulatif sejak tahun 2020, laba bersih Bank Sultra tercatat tumbuh signifikan hingga 61,38 persen.

Dari sisi aset, Bank Sultra membukukan total aset sebesar Rp14.814 miliar per 31 Desember 2025 atau tumbuh 5,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang mencapai Rp9.581 miliar, meningkat 3,25 persen dari tahun 2024.

Gubernur Sulawesi Tenggara selaku Pemegang Saham Pengendali, Andi Sumangerukka, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa Bank Sultra merupakan aset strategis daerah yang harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Bank Sultra harus menjadi solusi daerah dan mitra utama bagi para bupati dan wali kota dalam membiayai proyek strategis serta memberdayakan UMKM. Sinergi Kelompok Usaha Bank dengan Bank Jatim harus menjadi lompatan besar untuk memperkuat permodalan dan daya saing agar setara dengan bank nasional,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa penguatan sektor produktif menjadi fokus utama perseroan.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan Kredit Modal Kerja sebesar 23,50 persen serta Kredit Investasi yang meningkat 37,16 persen.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM serta optimalisasi KUR Alsintan guna mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.

Meski melakukan ekspansi kredit secara agresif, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat berada di level 0,89 persen, jauh di bawah ambang batas regulator sebesar 5 persen.

“Capaian ini menunjukkan efektivitas sistem manajemen risiko dan proses penagihan yang proaktif di seluruh unit kerja,” ujar Andri.

Tahun 2025 juga menjadi momentum penting transformasi digital Bank Sultra. Pengguna layanan Bank Sultra Mobile tumbuh 28,02 persen, sementara frekuensi transaksi QRIS melonjak hingga 1.371,73 persen.

Gubernur Andi Sumangerukka pun menginstruksikan agar inovasi digital terus diperluas hingga ke wilayah pelosok agar masyarakat dapat menikmati layanan keuangan yang setara dengan di perkotaan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran Bank Sultra dalam mendukung elektronifikasi APBD melalui digitalisasi pendapatan daerah serta optimalisasi belanja pemerintah yang transparan dan akuntabel.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah, Bank Sultra akan menyalurkan dividen sebesar 75 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Dana tersebut akan disetor secara proporsional ke kas daerah para pemegang saham guna memperkuat APBD di masing-masing wilayah.

Di sisi lain, Bank Sultra juga berkomitmen menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk sektor pendidikan, keagamaan, kesehatan, hingga bantuan rumah tidak layak huni.

Memasuki tahun 2026, Bank Sultra menargetkan total aset mencapai Rp14,93 triliun dengan fokus pada penguatan layanan digital melalui peluncuran Internet Banking, fitur cardless withdrawal, serta pengembangan produk pembiayaan ramah lingkungan (green financing).

Direktur Utama Bank Sultra menegaskan, dukungan seluruh pemegang saham, nasabah, dan pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan bank daerah tersebut dalam menjaga kepercayaan publik dan terus berperan sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi di Bumi Anoa.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA