Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menyerahkan LPJ Keuangan Daerah 2025 kepada Ketua DPRD Kota Kendari, LM Inarto, Senin (30/06/2026). RADARKENDARI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pidato Penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, sekaligus penyerahan dokumen LKPJ dari Pemerintah Kota Kendari, Senin (30/3/2026).
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat atas dukungan terhadap pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa LKPJ merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan selama satu tahun anggaran.
“LKPJ pada hakikatnya merupakan progress report penyelenggaraan pemerintahan daerah yang mencakup pelaksanaan desentralisasi, tugas pembantuan, serta tugas umum pemerintahan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Wali Kota mengungkapkan realisasi pendapatan daerah Kota Kendari tahun 2025 mencapai lebih dari Rp1,5 triliun atau sekitar 90,5 persen dari target.
Rinciannya meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp409,56 miliar (81,50 persen), pendapatan transfer Rp1,13 triliun (96,40 persen), serta pendapatan lain-lain yang sah Rp34,45 miliar (97,23 persen).
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp1,49 triliun atau 89,43 persen, dengan komposisi belanja operasional Rp1,23 triliun (94,07 persen) dan belanja modal Rp260,93 miliar (72,51 persen). Untuk pembiayaan daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran terealisasi secara maksimal hingga 100 persen.
Dari sisi makro ekonomi, Kota Kendari menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,16 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 4,81 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik menjadi 86,36 poin, menempatkan Kendari pada peringkat keenam secara nasional.
Pendapatan per kapita masyarakat turut meningkat menjadi Rp85,16 juta per tahun, dari Rp80,97 juta pada 2024. Di sisi lain, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 4,23 persen menjadi 4,18 persen, disertai penurunan gini rasio dari 0,36 menjadi 0,35, serta inflasi yang tetap terkendali di angka 2,96 persen.
Namun demikian, tingkat pengangguran terbuka mengalami kenaikan dari 5,67 persen menjadi 5,94 persen, yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah ke depan.
Pada sektor infrastruktur, Pemerintah Kota Kendari mencatat sejumlah capaian, di antaranya peningkatan dan rehabilitasi jalan sepanjang 20,98 kilometer pada 23 ruas, pembangunan jalan lingkungan sepanjang 32,58 kilometer, serta penanganan kawasan kumuh hingga 534,11 hektare atau 13,16 persen.
Selain itu, pembangunan drainase sepanjang 10,65 kilometer, revitalisasi sungai dan ruang terbuka hijau, hingga pembangunan gedung Dinas Perhubungan dan layanan perpustakaan turut dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Meski demikian, Wali Kota mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam pengelolaan persampahan, pengendalian banjir, serta penataan wajah kota.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama di tahun 2026. Kami akan fokus pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, sistem drainase, penanganan banjir, serta kebersihan kota,” jelasnya.
Pemerintah juga berkomitmen mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat sektor UMKM guna menekan angka pengangguran.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut mengumumkan bahwa Kota Kendari akan menjadi tuan rumah ajang internasional UCLG ASPAC 2026 yang digelar pada 7–9 Mei 2026, dengan sekitar 250 delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik dijadwalkan hadir.
“Kami berharap dukungan seluruh pihak, termasuk DPRD, untuk menyukseskan event internasional ini sebagai bukti bahwa Kota Kendari telah diakui di tingkat global,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan terima kasih atas sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, seraya berharap kolaborasi tersebut terus terjaga demi mewujudkan Kendari sebagai kota yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar