Pemkot Kendari Gandeng Kemensos Bangun Sekolah Rakyat untuk Anak Prasejahtera

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Sep 2025 18:24 150 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Kota Kendari ditetapkan sebagai salah satu dari 108 daerah prioritas untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Untuk mewujudkan program strategis ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari telah menyiapkan lahan seluas 6,8 hektare.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, usai bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Siska menegaskan dukungan penuh Pemkot Kendari terhadap program yang diinisiasi oleh presiden ini.

“Kami bertemu Pak Mensos berkoordinasi tentang sinergi program presiden, yaitu Sekolah Rakyat. Kami memberitahukan bahwa Pemkot Kendari sudah menyediakan lahan seluas 6,8 hektare untuk dibangun Sekolah Rakyat permanen,” kata Siska.

Menurut Siska, proyek ini dijadwalkan akan dimulai pada Oktober 2025. Saat ini, program Sekolah Rakyat di Kendari sudah berjalan dengan 50 siswa, namun masih menempati gedung sosial pinjaman.

Dengan adanya bangunan permanen, para siswa akan direlokasi ke fasilitas baru yang lebih memadai.

Siska menambahkan, identifikasi awal menunjukkan adanya 14.000 anak pra-sejahtera di Kendari yang menjadi target program ini.

Sekolah baru yang akan dibangun direncanakan menjadi kompleks pendidikan satu atap yang menampung jenjang SD, SMP, dan SMA.

Mendukung Akses dan Kesenjangan Pendidikan

Wali Kota Siska Karina Imran meyakini, Sekolah Rakyat akan menjadi solusi untuk menekan kesenjangan pendidikan.

Ia sempat memaparkan program ini saat Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf) Teuku Riefky Harsya berkunjung ke Kendari pada 26 Agustus 2025 lalu.

“Kami ingin anak-anak pra-sejahtera di Kendari punya kesempatan yang sama. Kehadiran Sekolah Rakyat ini adalah jalan untuk memberi masa depan yang baik bagi mereka,” ungkap Siska.

Menkraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi langkah cepat Pemkot Kendari dalam menyiapkan lahan. Menurutnya, program ini tidak hanya sebatas akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang besar di sektor ekonomi kreatif.

“Ini sebuah niatan mulia. Manfaatnya akan terasa besar untuk generasi emas 2045,” kata Riefky.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat nantinya akan mengintegrasikan berbagai pelatihan keterampilan kreatif, seperti fashion, kriya, kecantikan, desain, hingga industri film, musik, dan fotografi.

Riefky menambahkan, sektor ini sangat relevan dengan generasi muda dan memiliki prospek kerja yang besar di masa depan.

Laporan : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA