Pemkot Kendari Gaspol Modernisasi TPA Puuwatu, Siapkan Sanitary Landfill 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 23:11 59 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID — Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) terus berbenah dalam pengelolaan sampah di TPA Puuwatu.

Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan.

Kepala DLHK Kota Kendari, Hj. Erlis Sadya Kencana, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menghadapi kendala operasional akibat tingginya curah hujan.

Kondisi tersebut menyebabkan akses menuju zona aktif TPA menjadi sulit dilalui kendaraan pengangkut sampah.

“Jalan yang becek dan berlumpur membuat dump truck tidak bisa menjangkau area pembuangan secara optimal,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Sebagai langkah cepat, Pemkot Kendari telah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki akses jalan menuju zona aktif.

Perbaikan ini diharapkan mampu memastikan kelancaran distribusi dan pembuangan sampah ke lokasi TPA.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat dukungan sarana operasional dengan pengadaan alat berat seperti excavator dan bulldozer guna mempercepat proses pengolahan sampah di lapangan.

Saat ini, pengelolaan sampah di TPA Puuwatu masih menggunakan metode control landfill, yakni sistem penimbunan sampah secara berkala menggunakan tanah urug untuk meminimalisir dampak lingkungan.

“Setiap sampah yang masuk dilakukan penimbunan sebagai bagian dari sistem control landfill agar dampak lingkungan tetap terkendali,” jelas Erlis.

Ke depan, Pemkot Kendari menargetkan peningkatan sistem pengelolaan menjadi sanitary landfill pada tahun 2026.

Metode ini dikenal lebih modern karena dilengkapi pengendalian air lindi, pengelolaan gas metana, serta penataan zona pembuangan sesuai standar lingkungan dan kesehatan.

Meski implementasinya sempat mengalami keterlambatan, pemerintah memastikan pembenahan akan terus dilakukan secara bertahap.

Komitmen ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Kendari dalam menjaga kebersihan kota sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk pengelolaan sampah yang tidak optimal.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah demi lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkas Erlis.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA