Pemkot Kendari Bakal Bangun TPST di Puuwatu, Sejalan Program Presiden Prabowo Ubah Sampah Jadi Energi

waktu baca 2 menit
Minggu, 19 Apr 2026 11:40 51 radarkendari.id

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah dengan merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Puuwatu.

Proyek ini tak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga selaras dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pengolahan sampah menjadi sumber energi alternatif.

Kepala Bappeda Kota Kendari, Syaiful, menjelaskan bahwa pembangunan TPST merupakan bagian dari program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP) yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri.

Saat ini, seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi dan tinggal menunggu peluncuran resmi program tersebut.

“Administrasi kita sudah lengkap. Tinggal menunggu kapan program ini diluncurkan, kemungkinan tahun depan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), produksi sampah di Kota Kendari mencapai sekitar 256 ton per hari.

Sementara TPST yang direncanakan hanya mampu mengolah 100 ton per hari, sehingga masih terdapat sekitar 150 ton sampah yang belum tertangani.

Namun, kehadiran TPST ini akan membawa pendekatan baru. Sampah tidak lagi sekadar dibuang, melainkan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan industri maupun pembangkit energi.

Konsep ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong konversi sampah menjadi energi sebagai solusi berkelanjutan.

“TPST ini akan dilengkapi fasilitas modern mulai dari pemilahan hingga pengolahan menjadi RDF, sehingga memberi nilai tambah dari sampah,” jelas Syaiful.

Dari sisi pembiayaan, proyek ini menggunakan skema reimbursement dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp90 miliar. Pemkot Kendari telah menyiapkan dana awal sebesar Rp17 miliar dari APBD sebagai tahap awal pembangunan.

Langkah strategis ini juga diperkuat melalui agenda Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah VI yang akan digelar pada 2–4 Juni 2026 di Kendari. Isu pengelolaan sampah menjadi salah satu topik utama yang akan dibahas.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa forum tersebut akan menjadi momentum kolaborasi antar daerah dalam merumuskan solusi konkret penanganan sampah, termasuk mendorong partisipasi masyarakat dan pemanfaatan teknologi pengolahan modern.

“Tema yang kita angkat adalah bagaimana mencermati kondisi penanganan sampah dan mendorong pengelolaan berbasis partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Dengan pembangunan TPST dan penguatan kolaborasi lintas daerah, Kota Kendari tidak hanya berupaya menuntaskan persoalan sampah, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung visi besar nasional menjadikan sampah sebagai sumber energi masa depan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA