JMSI Sulawesi Tenggara Siapkan Seminar HAM di UHO

waktu baca 2 menit
Minggu, 26 Apr 2026 16:53 34 radarkendari.id

KENDARI – Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menggelar Seminar Hak Asasi Manusia (HAM) pada Juli 2026 mendatang.

Kegiatan ini dirancang menjadi ruang diskusi terbuka terkait berbagai isu HAM di Bumi Anoa, sekaligus mendorong penguatan kelembagaan HAM di daerah.

Rencana seminar tersebut dibahas dalam rapat perdana panitia usai kegiatan halal bihalal Pengda JMSI Sultra. Seminar dijadwalkan berlangsung di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari.

Ketua Pengda JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama, mengatakan seminar ini akan mengangkat sejumlah peristiwa penting terkait HAM di Sultra yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Kita akan ulas peristiwa Randi-Yusuf, masyarakat yang mesti diperhadapkan dengan ekspansi perusahaan sawit dan tambang di Sultra,” ujarnya, Sabtu (25/04/2026).

Menurutnya, seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong terbentuknya Kantor Wilayah HAM di Sultra. Saat ini, wilayah tersebut masih berstatus Wilayah Kerja (Wilker).

“Harapannya dari seminar ini bisa mendorong terbentuknya Kanwil, mengingat banyaknya peristiwa HAM di Sultra,” tambahnya.

Adhi juga menyebut JMSI di tingkat pusat memiliki hubungan baik dengan Kementerian HAM. Karena itu, pihaknya optimistis kegiatan tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.

“Momentum HUT ke-6 JMSI di pusat juga diisi seminar HAM. Kita bawa semangat itu ke daerah dan semoga mendapat dukungan semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar HAM, Suhardi, menjelaskan pihaknya kini tengah mematangkan persiapan, termasuk menunggu kepastian jadwal dari Wilker HAM Sultra.

“Untuk tempat di UHO, Rektor sudah menyatakan siap. Sekarang tinggal menunggu kesediaan waktu Wilker HAM Sultra, dan Ketua kami sementara berkoordinasi dengan JMSI pusat terkait kegiatan ini,” jelasnya.

Seminar ini diharapkan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, aktivis, media, dan masyarakat dalam memperjuangkan nilai-nilai HAM di Sulawesi Tenggara.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA