Inflasi Sulawesi Tenggara April 2026 Tembus 2,98 Persen

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 17:04 54 radarkendari.id

Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada April 2026 mencapai 2,98 persen.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi hampir di seluruh kelompok pengeluaran masyarakat.

“Inflasi y-on-y April 2026 sebesar 2,98 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,11. Kenaikan ini mencerminkan tren peningkatan harga yang cukup merata,” jelas Hadi dalam rilis resmi BPS, Senin (4/5/2026).

Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi tercatat di Kota Baubau sebesar 4,08 persen, sementara yang terendah terjadi di Kabupaten Konawe sebesar 1,61 persen. Adapun Kota Kendari berada di angka 2,83 persen.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Sultra juga mengalami inflasi sebesar 0,50 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 2,28 persen.

Hadi menjelaskan, penyumbang utama inflasi berasal dari sejumlah kelompok pengeluaran, terutama transportasi yang naik 4,01 persen serta pendidikan sebesar 4,11 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan andil signifikan dengan kenaikan 3,14 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain tarif angkutan udara, beras, ikan segar, minyak goreng, hingga biaya pendidikan seperti uang kuliah,” ungkapnya.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi atau mengalami deflasi, seperti cabai rawit, ikan mujair, cabai merah, serta tempe.

BPS menilai, dinamika harga pada April dipengaruhi oleh faktor musiman, distribusi, serta peningkatan permintaan pada sejumlah komoditas strategis.

Meski demikian, kondisi inflasi Sultra masih tergolong terkendali dan berada dalam kisaran yang moderat.

Dengan tren ini, BPS mengimbau pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk terus menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan dan transportasi yang menjadi kontributor utama inflasi di wilayah tersebut.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA