MENYIMAK UCLG ASPAC EXECUTIVE BUREAU MEETING 2026 DI KOTA KENDARI

waktu baca 4 menit
Kamis, 7 Mei 2026 12:15 185 radarkendari.id

Kendari tidak cukup hanya dikenal sebagai kota yang sukses menjadi tuan rumah forum internasional. Yang lebih penting adalah bagaimana momentum tersebut mampu membuka jalan kerja sama nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam konteks ini, kerja sama antarkota bukan sekadar seremoni penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus menjadi strategi pembangunan jangka panjang bagi masa depan Kota Kendari.

Sebagai kota pesisir yang terus berkembang, Kendari memiliki potensi besar di bidang maritim, perdagangan, pariwisata, dan jasa.

Namun di sisi lain, kota ini juga menghadapi tantangan serius seperti ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, urbanisasi, pengangguran, hingga persoalan sosial perkotaan.

Karena itu, kerja sama yang layak bagi Kendari adalah kerja sama yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Dalam bidang ketahanan pangan misalnya, Kendari perlu membangun kemitraan dengan daerah-daerah penghasil pangan agar stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga.

Sebab hingga hari ini sebagian besar kebutuhan dasar warga masih bergantung dari luar daerah.

Kerja sama seperti distribusi logistik regional, penguatan pasar induk, hingga sistem cadangan pangan antarwilayah akan jauh lebih strategis dibanding kerja sama yang hanya bersifat simbolik.

Di sektor pariwisata dan kemaritiman, Kendari memiliki keunggulan geografis yang sangat potensial.

Teluk Kendari, wisata bahari, serta posisinya sebagai gerbang menuju kawasan wisata Sulawesi Tenggara dapat menjadi kekuatan ekonomi baru jika dibangun melalui kolaborasi antarkota dan antarnegara.

Kerja sama dalam pengembangan waterfront city, ekonomi biru, pelabuhan, dan promosi wisata internasional dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Kerja sama di bidang lingkungan hidup juga menjadi kebutuhan mendesak. Kota yang berkembang tanpa pengelolaan sampah dan drainase yang baik akan menghadapi persoalan besar di masa depan.

Karena itu, Kendari perlu belajar dan bekerja sama dengan kota-kota yang telah berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah modern, pengendalian banjir, serta tata kota yang ramah lingkungan.

Kota yang bersih dan tertata bukan hanya nyaman bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata.

Selain itu, transformasi pelayanan publik berbasis digital juga menjadi arah penting kerja sama antarkota. Kendari perlu memperkuat sistem pemerintahan digital, pelayanan sosial terpadu, hingga pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan.

Dengan sistem yang modern dan transparan, pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien.

Tidak kalah penting adalah kerja sama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebab kemajuan kota pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusianya.

Pertukaran pengetahuan, pelatihan tenaga kerja, penguatan pendidikan vokasi, hingga pengembangan UMKM harus menjadi bagian dari kerja sama strategis Kota Kendari ke depan.

Pada akhirnya, kerja sama antarkota yang layak bagi Kendari adalah kerja sama yang mampu memperkuat ketahanan kota, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membuka jalan agar Kendari tidak hanya dikenal sebagai kota persinggahan kegiatan internasional, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kota yang maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun global.

Penyelenggaraan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting 2026 menjadi momentum penting yang mengantarkan Kendari menuju arah kemajuan yang lebih besar.

Kehadiran delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik bukan hanya membawa nama Kendari ke panggung internasional, tetapi juga membuka peluang baru dalam bidang pembangunan, investasi, pariwisata, dan kerja sama antarkota.

Bagi Kota Kendari, forum internasional ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan strategis untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam membangun kota yang modern, tertata, dan berdaya saing.

Penataan kawasan kota, peningkatan kebersihan lingkungan, pembenahan infrastruktur, penguatan pelayanan publik, hingga kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian dari perubahan nyata yang mulai dirasakan masyarakat.

Penyelenggaraan UCLG ASPAC juga menjadi sarana promosi besar bagi potensi daerah.

Keindahan Teluk Kendari, kekayaan budaya lokal, keramahan masyarakat, hingga potensi ekonomi maritim dan pariwisata Sulawesi Tenggara diperkenalkan langsung kepada dunia internasional.

Momentum ini membuka peluang investasi, pengembangan pariwisata, serta kerja sama strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.

Lebih dari itu, kegiatan ini mendorong lahirnya semangat baru dalam tata kelola kota.

Pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat didorong untuk memiliki kesadaran bersama bahwa Kota Kendari harus tumbuh sebagai kota yang bersih, nyaman, aman, dan terbuka terhadap perubahan global.

Sebab kota yang maju tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui budaya disiplin, pelayanan yang baik, dan partisipasi masyarakatnya.

Di sisi lain, UCLG ASPAC memberikan peluang besar bagi Kendari untuk belajar dari kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik, terutama dalam bidang pengelolaan lingkungan, transformasi digital, pengembangan ekonomi kreatif, hingga penanganan persoalan sosial perkotaan.

Dari sinilah kerja sama dan pertukaran pengalaman dapat menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

Pada akhirnya, penyelenggaraan UCLG ASPAC menjadi titik awal bahwa Kendari tidak lagi hanya dipandang sebagai kota berkembang di kawasan timur Indonesia, tetapi mulai bergerak menjadi kota yang dikenal dunia, memiliki jaringan internasional, dan siap melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan kompetitif.**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA