Ketua DPRD La Ode Tariala Mencari Kursi di Rakerwil NasDem Sulawesi Tenggara

waktu baca 3 menit
Senin, 18 Mei 2026 19:33 234 radarkendari.id

Kendari – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara tidak hanya menjadi ajang konsolidasi politik menuju Pemilu 2029.

Di balik agenda besar partai tersebut, muncul fakta menarik yang memperlihatkan dinamika internal NasDem Sultra yang hingga kini masih menjadi sorotan.

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Tariala, yang hadir sebagai kader Partai NasDem justru tidak mendapatkan ruang di jajaran kursi utama dalam acara resmi tersebut.

Padahal, secara kelembagaan, Tariala merupakan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra dengan posisi yang seharusnya sejajar dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka yang juga hadir dalam kegiatan Rakerwil IV NasDem itu.

Namun faktanya berbeda. Panitia kegiatan terlihat tidak menyediakan kursi khusus bagi Ketua DPRD Sultra tersebut di barisan depan bersama unsur pejabat lainnya. La Ode Tariala akhirnya memilih duduk di kursi paling belakang bersama kader NasDem lainnya.

Situasi itu langsung memantik perhatian peserta dan kader yang hadir. Sebab, di tengah statusnya yang masih sah menjabat Ketua DPRD Sultra, perlakuan tersebut dinilai memperlihatkan adanya jarak politik di internal partai. Bahkan, dalam moment tersebut La Ode Tarila pun mendapatkan teriakan “Ketua DPRD Palsu”.

Meski demikian, La Ode Tariala memilih merespons situasi tersebut dengan tenang. Ia menegaskan tetap menghormati seluruh keputusan partai dan menganggap kehadirannya dalam Rakerwil sebagai bentuk loyalitas terhadap organisasi.

“Saya hadir di sini karena saya masih kader partai dan saya tunduk terhadap keputusan partai,” ujarnya, Senin (18/05/2026) kepada pewarta Sekilas.co.id yang diteruskan kepada pewarta media ini.

Tariala juga menegaskan bahwa ditempatkan di kursi belakang bukan sesuatu yang membuat dirinya malu ataupun merasa direndahkan.

Menurutnya, berpartai bukan soal posisi, melainkan tentang perjuangan bersama untuk menjalankan tujuan organisasi.

“Berpartai itu bukan persoalan suka atau tidak suka antarindividu. Semua punya tujuan yang sama untuk menjalankan perintah partai demi mencapai hasil dan tujuan yang diinginkan partai,” tegasnya.

Dinamika ini disebut tidak lepas dari gesekan internal yang sebelumnya terjadi terkait proses pergantian unsur pimpinan Ketua DPRD Provinsi Sultra.

Internal DPW NasDem diketahui telah mengeluarkan surat pergantian Ketua DPRD Sultra dari La Ode Tariala kepada Ketua Komisi II DPRD Sultra, Syahrul Said.

Namun hingga kini, proses pergantian tersebut belum juga terealisasi secara administratif maupun konstitusional. Artinya, secara resmi dan sah menurut aturan kelembagaan, La Ode Tariala masih menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kondisi itulah yang diduga menjadi pemicu munculnya situasi kurang harmonis di internal DPW NasDem Sultra, termasuk dalam pelaksanaan Rakerwil tersebut.

Sejumlah pihak menilai perlakuan terhadap Tariala dalam acara resmi partai itu mengarah pada bentuk pengucilan politik dari internal pengurus DPW NasDem.

Meski diterpa dinamika internal, La Ode Tariala tetap menunjukkan sikap terbuka dan memilih tidak memperbesar persoalan. Ia justru menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga marwah partai dan menghormati seluruh proses yang berjalan di internal organisasi.

Di tengah situasi tersebut, Rakerwil NasDem Sultra pun menjadi panggung yang tidak hanya memperlihatkan konsolidasi politik partai, tetapi juga membuka realitas dinamika kekuatan yang tengah berlangsung di tubuh partai besutan Surya Paloh itu di Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Sekertaris NasDem Sultra Tahir La Kimi saat dihubungi untuk mengetahui kondisi sebenarnya, tim Sekilas.co.id belum mendapatkan respon dari yang bersangkutan.

Penulis : Ambar Sakti
Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA