Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari berinisial A (26) ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya pada Selasa, 2 Juni 2026 pagi. KENDARI – Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari berinisial A (26) ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya pada Selasa, 2 Juni 2026 pagi.
Korban merupakan terpidana kasus penganiayaan yang tengah menjalani vonis 6 bulan penjara.
Kapolresta Kendari melalui Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa korban yang diketahui berasal dari Desa Uepai, Kabupaten Konawe, ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 06.40 WITA.
Peristiwa ini pertama kali diketahui saat pergantian shift penjaga (aplos) dan pengecekan rutin warga binaan di Blok B.
Kepala kamar berinisial H (37) mencoba membangunkan korban, namun korban sama sekali tidak memberikan respons.
“Awalnya saksi H bangun karena aplos, kemudian membangunkan korban. Dikarenakan korban tidak merespon, saksi langsung melaporkan hal tersebut kepada petugas jaga yang sedang melakukan pengecekan,” ujar AKP Welliwanto Malau dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Petugas jaga yang menerima laporan, Andi Alfian (24), langsung menuju Kamar 4 Blok B untuk memeriksa kondisi korban. Saat diperiksa, korban didapati sudah tidak bernapas dengan kondisi tubuh yang mulai kaku.
Mendapat laporan darurat tersebut, petugas piket lainnya, Rino Pamungkas (35), segera menyiapkan mobil ambulans Rutan bersama dua staf klinik untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari guna penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan dari rekan sekamarnya, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya selama dua hari terakhir.
“Dari hasil pendalaman, korban sempat mengeluh mengalami demam selama dua hari sebelum meninggal dunia,” tambah Kasatreskrim.
Saat tim identifikasi dan piket kepolisian tiba di Lokasi Kejadian Perkara (TKP), jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah sakit.
Pihak kepolisian saat ini tengah berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Kendari untuk menjalani proses autopsi yang dipimpin oleh dr. Raja Al Fathir Widya Iswara, MH. Sp. FM., MHPE. Pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar