Tembus Miliaran Rupiah, Nobar Piala Dunia 2026 dan GPM di Balai Kota Kendari Bangkitkan Ekonomi Lokal

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 17:01 119 redaksi

RADAR KENDARI — Kombinasi euforia sepak bola dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sukses memicu lonjakan aktivitas ekonomi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Gelaran Nonton Bersama (Nobar) Gembira Piala Dunia 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Balai Kota Kendari mencatatkan nilai perputaran uang yang fantastis hingga menembus angka miliaran rupiah.

Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf

Antusiasme ribuan warga yang memadati area Balai Kota tidak hanya menghidupkan suasana malam, tetapi juga memberikan dampak instan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang komoditas pangan, hingga penyedia jasa lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa dampak ekonomi dari integrasi dua agenda besar ini melampaui ekspektasi awal.

“Perputaran uang yang terjadi selama kegiatan berlangsung sangat luar biasa, mencatatkan angka hingga miliaran rupiah. Ini bukti nyata bahwa kegiatan yang memadukan hiburan masyarakat dan stabilisasi harga pangan mampu menjadi pematik (trigger) pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Abdul Rauf.

Menurut Abdul Rauf, tingginya angka perputaran ekonomi tersebut bersumber dari dua sektor utama.

Pertama, Sektor Pangan Murah (GPM): Masyarakat memanfaatkan momen ini untuk memborong berbagai kebutuhan pokok—seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur—yang dijual di bawah harga pasar.

Kedua, Sektor UMKM & Kuliner: Ratusan lapak UMKM dan pedagang kaki lima yang memadati area hiburan Nobar Piala Dunia 2026 mendulang untung besar dari tingginya konsumsi pengunjung.

Ia menambahkan, program GPM tidak hanya berfokus pada transaksi ekonomi semata, tetapi juga berfungsi sebagai langkah strategis Pemkot Kendari dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok serta menekan laju inflasi daerah.

“Masyarakat mendapatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sementara UMKM kita panen omzet. Konsep kolaborasi seperti ini sangat efektif dan akan terus kita kembangkan ke depannya,” pungkasnya.

Dengan suksesnya perhelatan ini, Pemkot Kendari membuktikan bahwa ajang kumpul warga dan festival olahraga dapat dikemas menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat yang tangguh.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA