Alhamdulillah, Jamaah PT Mulya Mandiri Travel Tunaikan Umrah Pertama, Nikmati Momen Ibadah di Sejumlah Tempat Mustajab

waktu baca 4 menit
Selasa, 11 Agu 2026 09:11 122 redaksi

RADAR KENDARI – Rangkaian perjalanan ibadah jamaah PT Mulya Mandiri Travel terus berjalan dengan lancar. Setelah meninggalkan Madinah dan menuju Makkah pada Jumat, 7 Agustus 2026, seluruh jamaah berhasil melaksanakan umrah pertama dengan kondisi kesehatan yang tetap terjaga.

Setibanya di Kota Makkah, jamaah langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah yang dimulai dengan tawaf, dilanjutkan sa’i antara Safa dan Marwah, kemudian tahallul.

Alhamdulillah, seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan baik. Kondisi kesehatan jamaah menjadi perhatian utama PT Mulya Mandiri Travel, terlebih suhu udara di Arab Saudi cukup panas dan membutuhkan kesiapan fisik.

Owner PT Mulya Mandiri Travel, Syarifa Mulya, SE., MM, mengatakan kesehatan jamaah sejak awal keberangkatan menjadi salah satu prioritas utama pihak travel.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah sehat dan umrah pertama sudah terlaksana dengan baik. Kami selalu mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan, cukup minum, beristirahat dan tidak memaksakan diri. Kami ingin jamaah bisa menjalankan ibadah dengan nyaman, khusyuk dan tetap sehat sampai kembali ke Tanah Air,” ujar Syarifa.

Sebelum menuju Makkah, jamaah terlebih dahulu meninggalkan Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah dan ziarah.

Pada Jumat, 7 Agustus 2026, rombongan melakukan perjalanan menuju Makkah dan mengambil miqat di Bir Ali. Setelah tiba di Makkah, jamaah kemudian melaksanakan umrah pertama.

Dalam pelaksanaan tawaf, jamaah mendapatkan kesempatan untuk mendekat ke sejumlah lokasi penting di sekitar Ka’bah dan Masjidil Haram.

Selain melaksanakan tawaf, jamaah juga mengunjungi sejumlah tempat yang dikenal dalam tradisi ibadah umat Islam sebagai lokasi yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, di antaranya Multazam, Rukun Yamani, Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim.

Jamaah juga mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan salat di Hijr Ismail, salah satu bagian dari Masjidil Haram yang menjadi tempat yang sangat istimewa bagi umat Islam.

Momen tersebut menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan bagi jamaah karena dapat berada dekat dengan Ka’bah dan memperbanyak doa di tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan keutamaan dalam rangkaian ibadah haji dan umrah.

Selain memperbanyak doa, jamaah juga memanfaatkan waktu di Masjidil Haram untuk melakukan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir dan melaksanakan tawaf sunnah.

Syarifa mengatakan, kesempatan beribadah di Masjidil Haram tentu menjadi dambaan setiap jamaah. Namun, pihak travel tetap mengingatkan agar jamaah menjaga kondisi fisik.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas membuat jamaah harus mampu mengatur aktivitas. Tim pendamping terus mengingatkan jamaah untuk memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat dan menghindari aktivitas berlebihan ketika tubuh mulai merasa lelah.

“Kami bersyukur sampai pelaksanaan umrah pertama seluruh jamaah dalam kondisi sehat.  Kami terus melakukan pendampingan dan mengingatkan jamaah agar jangan memaksakan diri. Kesempatan beribadah di Tanah Suci harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, tetapi kesehatan juga harus dijaga,” katanya.

Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, jamaah melanjutkan aktivitas dengan salat berjamaah di Masjidil Haram, memperbanyak tawaf sunnah, tilawah Al-Qur’an, zikir dan doa.

Selanjutnya pada Minggu, 9 Agustus 2026, jamaah mengikuti rangkaian city tour Kota Makkah dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, seperti Jabal Tsur, Jabal Rahmah di Arafah, Muzdalifah, Mina dan Jabal Nur.

Kegiatan ziarah tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual jamaah untuk mengenal lebih dekat tempat-tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan sejarah pelaksanaan ibadah haji.

Setelah city tour, jamaah kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah berikutnya, termasuk persiapan umrah kedua.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, jamaah kembali memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Aktivitas diisi dengan salat berjamaah, tawaf sunnah, tilawah Al-Qur’an, zikir dan doa.

Sementara Selasa, 11 Agustus 2026, jamaah dijadwalkan menjalani full ibadah sekaligus melakukan persiapan barang-barang untuk kepulangan.

Pada Rabu, 12 Agustus 2026, jamaah dijadwalkan melaksanakan Tawaf Wada bagi yang akan meninggalkan Kota Makkah.

Setelah itu, jamaah melakukan check-out hotel dan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, untuk kemudian terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, jamaah dijadwalkan mengikuti city tour Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.

Rombongan kemudian dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 09.25 WITA, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kendari sesuai jadwal penerbangan.

Syarifa berharap seluruh jamaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian perjalanan dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.

“Kami sangat bersyukur atas kelancaran perjalanan jamaah sejauh ini. Doa kami, seluruh jamaah tetap diberikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan sampai rangkaian ibadah selesai dan kembali berkumpul bersama keluarga di Kendari,” pungkas Syarifa.

PT Mulya Mandiri Travel pun kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kelancaran perjalanan, tetapi juga kesehatan, kenyamanan dan kekhusyukan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA