RADAR KENDARI — Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan pertumbuhan positif pada Triwulan II-2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat ekonomi Bumi Anoa tumbuh sebesar 6,19 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menyampaikan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2026 mencapai Rp55,37 triliun.
Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp31,22 triliun.
“Ekonomi Sulawesi Tenggara triwulan II-2026 terhadap triwulan II-2025 tumbuh sebesar 6,19 persen (y-on-y). Adapun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), perekonomian Sultra tumbuh sebesar 3,13 persen,” ujar Hadi Susanto dalam rilis resminya di Kendari.
Secara kumulatif, kinerja ekonomi Sultra sepanjang Semester I-2026 terhadap Semester I-2025 juga mengalami kenaikan yang solid sebesar 6,21 persen (c-to-c).
Dari sisi lapangan usaha (produksi), pertumbuhan tertinggi secara year-on-year dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang melonjak hingga 17,22 persen.
Posisi berikutnya diikuti oleh Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 15,85 persen, Industri Pengolahan sebesar 14,78 persen, serta Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 10,91 persen.
Kendati sektor penyediaan akomodasi mengalami lonjakan paling signifikan, struktur PDRB Sultra secara keseluruhan masih ditopang oleh lapangan usaha utama.
“Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih memberikan kontribusi paling dominan terhadap PDRB Sultra, yaitu sebesar 23,15 persen,” jelas Hadi.
Selain pertanian, struktur PDRB Sultra juga didominasi oleh Pertambangan dan Penggalian (20,26 persen), Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil/Sepeda Motor (12,86 persen), dan Konstruksi (11,24 persen).
Gabungan keempat sektor utama ini menyumbang hingga 67,51 persen bagi total perekonomian Sultra.
Dari sisi pengeluaran, pendorong pertumbuhan tertinggi secara y-on-y pada Triwulan II-2026 diduduki oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, yang tumbuh sebesar 13,92 persen.
Disertai oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 12,53 persen serta Ekspor Barang dan Jasa sebesar 12,07 persen.
Meski investasi tumbuh pesat, konsumsi masyarakat masih menjadi fondasi utama roda ekonomi daerah.
“Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga memberikan kontribusi paling dominan terhadap PDRB Sulawesi Tenggara, yakni sebesar 46,53 persen,” ungkap Hadi Susanto.
Sementara itu, komponen Impor Barang dan Jasa yang menjadi faktor pengurang dalam perhitungan PDRB pengeluaran mencatatkan pertumbuhan sebesar 20,55 persen (y-on-y).
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar