
Kepala DPM-PTSP Sultra, Parinringi
RADARKENDARI.ID-Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga menjelang akhir tahun 2024 baru mencapai 40 persen dari target Rp25 triliun yang ditetapkan. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sultra menggenjot capaian investasi melalui program unggulan Sipentas atau Strategi Peningkatan Investasi.
Kepala DPM-PTSP Sultra, Parinringi, menyatakan program Sipentas dirancang sebagai upaya meningkatkan daya tarik investasi di daerah. Program ini menekankan kemudahan berinvestasi, transparansi perizinan, serta dukungan bagi para pelaku usaha.
“Realisasi investasi saat ini memang belum optimal, tetapi dengan adanya Sipentas, kami optimis dapat mendorong peningkatan investasi di wilayah ini,” kata Parinringi dalam pameran dan seminar implementasi proyek perubahan PNK tingkat II Angkatan XXXV di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra, Selasa (17/12/2024).

Menurutnya, Sipentas dijalankan dengan mengusung tiga pilar utama, yakni peningkatan daya saing daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat realisasi investasi.
“Dalam implementasinya, DPM-PTSP telah melaksanakan tujuh kegiatan prioritas, di antaranya pembentukan tim efektif, koordinasi lintas stakeholder seperti Kementerian BKPM, OPD teknis, dan pelaku usaha, serta penyederhanaan proses perizinan guna mempercepat investasi,”jelasnha.
Dalam upaya mengejar target, DPM-PTSP turut menggelar berbagai rapat koordinasi yang melibatkan pelaku usaha, termasuk pihak yang menangani Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam pertemuan tersebut, pihak DPM-PTSP menekankan pentingnya realisasi investasi yang telah dilaporkan ke BKPM agar target tercapai sesuai waktu yang ditetapkan.
Parinringi juga menyoroti bahwa dalam dua tahun terakhir, realisasi investasi di Sultra mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data Laporan Pada 2020, realisasi mencapai Rp21,13 triliun, jauh melampaui target Rp10,63 triliun. Namun, tren ini menurun drastis pada 2023, dengan realisasi hanya Rp14 triliun dari target Rp20,19 triliun. Tahun ini, dari target Rp25,25 triliun, Sultra baru tercapai kurang lebih Rp10 triliun atau sekira 40 persen.
“Penurunan ini menjadi tantangan besar bagi kami. Melalui Sipentas, kami berupaya mengatasi hambatan yang dihadapi investor dan mendorong percepatan realisasi investasi,” ujarnya.
Untuk mendukung pencapaian target, DPM-PTSP aktif mempromosikan potensi daerah melalui kerja sama dengan berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun digital. Selain itu, transparansi perizinan menjadi salah satu fokus utama.
“Selain promosi, DPM-PTSP juga menggelar bimbingan teknis (bimtek) dan meningkatkan transparansi pelaporan investasi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses investasi serta meminimalisir kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha,”paparnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan melalui program Sipentas, DPM-PTSP Sultra optimis dapat meningkatkan capaian investasi di tahun ini. Parinringi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong para pelaku usaha untuk memenuhi komitmen investasi yang telah disepakati.
Melalui berbagai langkah strategis dalam program Sipentas, DPM-PTSP Sultra bertekad menjadikan investasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat segera merealisasikan investasinya. Dengan adanya sinergi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha, kami optimis target investasi tahun ini dapat tercapai,” pungkasnya. (**)
Tidak ada komentar