Pertamina Pastikan Kesiapan Sarana Avtur di Bandara Sultan Hasanuddin

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 17:15 74 redaksi

RADAR KENDARI – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan pasokan bahan bakar pesawat atau avtur di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan Table Top Simulation (TTS) Business Continuity Management System (BCMS) di Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, Selasa (1/9/2026).

Simulasi menggunakan skenario gangguan pada jalur pipa penerimaan avtur dari Integrated Terminal (IT) Makassar menuju AFT Hasanuddin.

Latihan ini dilakukan untuk menguji kemampuan tim dalam menjaga keberlangsungan pelayanan avtur apabila jalur pasokan utama mengalami gangguan.

Sejumlah aspek menjadi fokus pengujian, mulai dari kecepatan merespons informasi, pengambilan keputusan, pengelolaan ketahanan stok, hingga koordinasi lintas fungsi.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelayanan maskapai dan operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin.

Dalam simulasi tersebut, AFT Hasanuddin juga menguji skema alternative supply dengan menggunakan armada bridger dari IT Makassar.

Pengujian mencakup kesiapan fasilitas penerimaan, personel, serta proses pemeriksaan kualitas dan kuantitas avtur.

AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan simulasi BCMS penting dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan langkah yang harus diambil ketika menghadapi kondisi tidak normal.

“Kami ingin memastikan ketika terjadi gangguan supply, tim tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan langkah yang harus dilakukan. Mulai dari menerima informasi, menjaga stok, menyiapkan alternatif supply, sampai memastikan produk tetap memenuhi standar kualitas, seluruh proses harus berjalan dengan cepat dan terkoordinasi,” ujar Andreas.

Menurutnya, latihan secara berkala juga menjadi sarana evaluasi untuk mengetahui kesiapan prosedur, fasilitas, komunikasi, maupun personel sebelum menghadapi kondisi gangguan yang sebenarnya.

“Setiap simulasi menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah prosedur, fasilitas, komunikasi, dan kesiapan personel sudah berjalan sesuai harapan. Hasil evaluasi akan kami gunakan untuk terus meningkatkan kesiapan operasional AFT Hasanuddin,” tambahnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan energi bagi sektor penerbangan.

Menurut Lilik, AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan avtur di kawasan Indonesia Timur.

Karena itu, aspek keselamatan, kualitas, dan kesinambungan pasokan menjadi perhatian dalam setiap proses operasional.

“Bagi pelanggan, kesiapan seperti ini berarti ada sistem yang terus dipersiapkan untuk menjaga layanan tetap berjalan ketika muncul gangguan,” kata Lilik.

Pelaksanaan simulasi tersebut melibatkan berbagai fungsi, di antaranya AFT Hasanuddin, Aviation Region Sulawesi, Aviation Fuel Business, HSSE, Supply and Distribution, DRE, Operation, PFD, Quality Assurance (QA), IT Makassar serta pemangku kepentingan terkait.

Rangkaian latihan mencakup penanganan gangguan, eskalasi insiden, pelaksanaan pasokan alternatif, pemantauan operasional hingga proses pemulihan dan normalisasi pasokan melalui jalur utama.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi selanjutnya akan mengevaluasi hasil simulasi sebagai bahan untuk meningkatkan kesiapan personel, keandalan fasilitas, efektivitas koordinasi dan ketangguhan sistem pasokan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan kebutuhan avtur bagi pelanggan penerbangan tetap dapat dilayani secara aman dan andal, sekaligus mendukung kelancaran konektivitas masyarakat di Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA