PLN UP3 Kendari. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi) RADAR KENDARI – Gangguan listrik menjadi salah satu laporan yang cukup banyak diteruskan melalui Call Center 112 Kota Kendari sepanjang Agustus 2026.
Berdasarkan rekapitulasi laporan, terdapat 31 laporan gangguan listrik PLN yang diteruskan kepada instansi terkait untuk mendapatkan penanganan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan selain gangguan listrik, masyarakat juga melaporkan berbagai persoalan pelayanan publik dan sosial kemasyarakatan.
“Layanan Call Center 112 merupakan salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun laporan kejadian yang membutuhkan penanganan dari instansi terkait,” kata Sahuriyanto, Kamis (3/9/2026).
Sepanjang 1 hingga 31 Agustus 2026, Call Center 112 menerima 2.740 panggilan. Sebanyak 1.983 panggilan dinyatakan valid, sedangkan 757 lainnya masuk kategori tidak valid atau prank/ghost call.
Dari keseluruhan panggilan tersebut, tercatat 208 tiket laporan kejadian. Sebanyak 157 laporan telah selesai ditindaklanjuti dan 51 laporan masih dalam proses.
Selain gangguan listrik, laporan kebakaran hutan yang diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran mencapai 24 laporan.
Kemudian perbaikan LPJU melalui Dinas Perhubungan sebanyak 16 laporan dan permintaan penebangan pohon kepada DLHK sebanyak 14 laporan.
Jenis laporan lainnya meliputi gangguan ketertiban warga, KDRT, tawuran, kriminalitas, persoalan sampah, kerusakan pipa PDAM, permintaan ambulans hingga persoalan sosial kemasyarakatan.
Pemkot Kendari ke depan berencana memperluas fungsi Call Center 112 sehingga dapat menampung berbagai jenis pengaduan masyarakat, tidak hanya laporan kedaruratan.
Sahuriyanto berharap masyarakat memanfaatkan layanan tersebut secara bijak, sementara OPD teknis terus memperkuat TRC agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar