Cinta Segitiga Picu Tawuran di Kendari, Dua Pemuda Jadi Korban Salah Sasaran

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 13:10 39 radarkendari.id

KENDARI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Insiden yang dipicu persoalan asmara ini mengakibatkan dua pemuda menjadi korban salah sasaran dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 00.49 WITA, tepatnya di Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, di depan Toko Plaza Buah Kendari.

Dantim 1 Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga melalui WhatsApp terkait adanya aksi tawuran di lokasi tersebut.

“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati dua korban dalam kondisi terluka cukup serius di bagian kepala dan wajah. Kedua korban diketahui berinisial MF (19) dan MAH (21).

Petugas kemudian segera mengevakuasi keduanya ke RS Aliyah 3 Kendari untuk mendapatkan perawatan medis atas luka yang diderita.

Berdasarkan hasil penelusuran awal, tawuran tersebut dipicu oleh konflik asmara atau cinta segitiga yang melibatkan seorang perempuan berinisial RT (19) dengan dua pria berinisial AJ dan ALF.

Namun nahas, MF dan MAH justru menjadi korban salah sasaran dalam keributan tersebut.

“Korban tidak terlibat langsung dalam permasalahan, namun menjadi sasaran saat aksi tawuran berlangsung,” jelas Bripka Boy Sagita.

Pihak kepolisian juga telah mengarahkan kedua korban untuk segera melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami ke Polresta Kendari guna proses hukum lebih lanjut.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan mengejar para pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa kekerasan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA