RADAR KENDARI — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis hasil penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2025. Hasilnya, Kota Kendari berhasil meraih skor IKD tertinggi se-Provinsi Sulawesi Tenggara dengan angka 0,71.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menjelaskan bahwa penilaian IKD dilakukan oleh pemerintah pusat melalui BNPB setiap tahunnya untuk mengukur kemampuan serta ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi ancaman bencana.
“Kota Kendari memperoleh Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebesar 0,71. Ini adalah indeks tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tenggara. Kita hanya kurang 0,09 lagi untuk bisa mencapai kategori tinggi (skor > 0,80),” ujar Cornelius Padang, Jumat (26/09/2026).
Sebagai perbandingan, kabupaten/kota terdekat yang berada di bawah Kota Kendari adalah Kabupaten Buton Utara dengan skor 0,48.
Cornelius menambahkan, penilaian IKD mencakup berbagai instrumen penting. Di antaranya adalah aspek kesiapsiagaan, pencegahan, mitigasi, simulasi di daerah rawan bencana, sosialisasi masyarakat, pemetaan potensi wilayah, hingga kemampuan penanganan darurat saat bencana terjadi.
“Capaian ini tentu saja berkat dukungan penuh dari Ibu Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran terhadap program-program BPBD, khususnya dalam upaya mitigasi dan pencegahan potensi bencana di Kota Kendari,” tambahnya.
Ke depan, BPBD Kota Kendari akan terus berfokus pada penguatan kebijakan dan regulasi kebencanaan, peningkatan kapasitas SDM dan sarana prasarana, optimalisasi sistem peringatan dini dan rencana kontinjensi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan daerah yang tangguh bencana.
Laporan : Agus Setiawan
Tidak ada komentar